Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Mahasiswa Farmasi terhadap Pencegahan COVID-19 Nur Azizah Febriyanti Azizah; Ida Adhayanti; Ismail Ibrahim
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemic COVID-19 telah merambah ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Seiring dengan tingginya resiko terinfeksi COVID-19, pencegahan COVID-19 ini sangat penting untuk dilakukan.  Penularan COVID-19 dapat dicegah dengan meningkatkan pengetahuan dan sikap mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan oleh masyarakat, khususnya oleh mahasiswa kesehatan. Mahasiswa kesehatan merupakan salah satu profesi remaja yang dipercayakan dalam menyebar informasi dan memiliki kemampuan dalam membantu mengedukasi masyarakat mengenai Coronavirus khususnya  dalam pencegahan COVID-19.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku mahasiswa farmasi terhadap pencegahan COVID-19 dan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap, dan pengetahuan dengan perilaku mahasiswa farmasi terhadap pencegahan COVID-19. Jenis penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif dengan desain cross sectional, kemudian untuk memperoleh data penelitian menggunakan kuesioner online yang terdiri dari 10 pertanyaan untuk masing-masing variabel pengetahuan, sikap dan perilaku. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata tingkat pengetahuan mahasiswa farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar terhadap pencegahan COVID-19 memiliki tingkat pengetahuan yang sedang dengan nilai rata-rata 45,50, memiliki sikap yang sangat baik dengan nilai rata-rata 37,25, memiliki perilaku yang sangat baik dengan nilai rata-rata 32,70, dan diperoleh hasil uji Chi-Square dengan nilai >0,05 yang berarti tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap dan juga tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keraguan Lansia Dalam Menerima Vaksin COVID-19 Pada Era New Normal Di Kelurahan Maccini Kecamatan Makassar Nurul Rahmaniar Amalia Nurul; Ida Adhayanti; Ismail Ibrahim
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini Indonesia sudah dalam proses transisi perubahan pandemi menjadi endemi. Salah satu langkah memutus mata rantai penularan COVID-19 adalah dengan melaksanakan program vaksinasi COVID-19. Vaksinasi dimulai di Indonesia pada 13 Januari 2021 oleh Presiden Joko Widodo, kemudian dilanjutkan dengan vaksinasi kelompok prioritas seperti tenaga kesehatan, lansia dan seluruh masyarakat Indonesia. Masih adanya banyak pihak yang meragukan bahwa vaksin dapat menghambat COVID-19, salah satunya kelompok lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keraguan lansia dalam menerima vaksin COVID-19 pada era new normal di Kelurahan Maccini Kecamatan Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan teknik purposive sampling, kemudian untuk memperoleh data penelitian menggunakan kuesioner offline yang terdiri dari 29 pertanyaan. Data yang didapatkan kemudian diuji dengan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) dan dianalisis. Berdasarkan hasil penelitian, dari ketujuh faktor-faktor yang mempengaruhi keraguan lansia, faktor tertinggi dengan nilai 71,2% yaitu faktor riwayat masa lalu dan faktor terendah dengan nilai 23,5% yaitu hambatan geografis dan biaya. Dengan rata-rata ketujuh faktor yaitu 39,8%  dan masuk kedalam kategori kurang. Lansia di Kelurahan Maccini Kecamatan Makassar menolak divaksin COVID-19 bahkan dari 95 responden tidak ada yang bersedia untuk divaksin COVID-19 dengan alasan tertinggi yaitu dengan nilai 62,1% mempunyai penyakit penyerta (komorbid) dilarang dokter. Kata kunci: COVID-19, Keraguan Lansia, Vaksin   Currently, Indonesia is in the process of transitioning from a pandemic to an endemic one. One of the steps to break the chain of transmission of COVID-19 is to implement a COVID-19 vaccination program. Vaccination was started in Indonesia on January 13, 2021 by President Joko Widodo, then followed by vaccination of priority groups such as health workers, the elderly and all Indonesian people. There are still many who doubt that vaccines can inhibit COVID-19, one of which is the elderly group. The purpose of the study was to determine the factors that influence the doubts of the elderly in receiving the COVID-19 vaccine in the new normal era in Maccini Village, Makassar District. This research is a descriptive study with purposive sampling technique, then to obtain research data using an offline questionnaire consisting of 29 questions. The data obtained were then tested with SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) and analyzed. Based on the results of the study, of the seven factors that influence the elderly's doubts, the highest factor with a value of 71.2% is the past history factor and the lowest factor with a value of 23.5% is geographical barriers and costs. The average of the seven factors is 39.8% and is included in the less category. The elderly in Maccini Village, Makassar District, refused to be vaccinated against COVID-19, even from 95 respondents, none of them were willing to be vaccinated against COVID-19, with the highest reason being that with a score of 62.1%, having comorbidities (comorbid) was prohibited by doctors.