Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH LEVERAGE, CAPITAL INTENSITY, UKURAN PERUSAHAAN DAN PROFITABILITAS TERHADAP AGRESIVITAS PAJAK : STUDI KASUS SEKTOR PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BEI 2019-2022 Anisa Kawi; Azfa Mutiara Pabulo
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 7 No 6 (2024): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i6.12673

Abstract

Upaya suatu perusahaan untuk menurunkan beban pajaknya dikenal sebagai agresivitas pajak. Pemerintah dan dunia usaha tidak sepakat itulah sebabnya pajak diturunkan. Leverage, capital intensity, ukuran perusahaan, dan profitabilitas merupakan faktor-faktor yang dapat berkontribusi terhadap agresivitas pajak perusahaan. Studi ini bertujuan untuk menentukan bagaimana agresivitas pajak dipengaruhi oleh leverage, capital intnesity, ukuran perusahaan, dan profitabilitas. Analisis regresi linear berganda digunakan sebagai teknik analisis dalam penelitian selama empat tahun pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan saampel 31 perusahaan. Berdasarkan temuan penelitian ini, agresivitas pajak tidak dipengaruhi oleh leverage karena utang dan komitmen kreditor. Agresivitas pajak tidak dipengaruhi oleh capital intnesity karena perusahaan dengan nilai tetap yang besar biasanya tidak mampu mneggunakan biaya depresiasi untuk menurunkan pendapatan mereka. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap Agresivitas pajak, temuan ini menyiratkan bahwa agresivitas pajak juga digunakan oleh lembaga-lembaga kecil dan menengah. Dan profitabilitas memiliki pengaruh terhadap agresivitas pajak, hal ini disebabkan karena korporasi akan semakin berani melakukan agresivitas pajak apabila investasinya pada aktiva tetap ditujukan untuk menghasilkan keuntungan yang besar, dan hal sebaliknya juga terjadi.
The Digital Financial Inclusion Paradox in Personal Financial Management among Gen Z and Millennials in Yogyakarta and Semarang Ratri Paramitalaksmi; Tutut Dewi Astuti; Azfa Mutiara Pabulo; Roselina Ahmad Saufi
Ilomata International Journal of Tax and Accounting Vol. 7 No. 3 (2026): July 2026
Publisher : Yayasan Ilomata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijtc.v7i3.2640

Abstract

Financial technology has widened young people’s access to digital financial services, yet broader access does not automatically lead to better personal financial management. This study examines a sample-specific indication of the digital financial inclusion paradox by testing financial literacy, fintech-based financial inclusion, and lifestyle as determinants of personal financial management among Gen Z and Millennial fintech users in Yogyakarta and Semarang. Using a quantitative cross-sectional design, data were collected from 200 respondents selected through purposive sampling and analyzed using SEM-PLS with SmartPLS 3. The results show that financial literacy had no significant effect on personal financial management (β = 0.003; t = 0.030; p = 0.976). Fintech-based financial inclusion had a significant negative effect (β = -0.186; t = 2.677; p = 0.007), whereas lifestyle had a significant positive effect (β = 0.173; t = 2.105; p = 0.035). The model explained only 7.1% of the variance in personal financial management, indicating limited explanatory power. Supplementary Multi-Group Analysis showed no significant path differences between Gen Z and Millennials; however, this result should be interpreted cautiously because measurement invariance was not fully established. Overall, the findings provide preliminary and sample-specific evidence that fintech access may not strengthen personal financial management when it is not supported by behavioral control, digital financial literacy, and awareness of digital credit risks.