Riong Seulina Panjaitan
Fakultas Farmasi, Universita 17 Agustus 1945 Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

QUALITATIVE AND QUANTITATIVE IDENTIFICATION OF CARBOHYDRATES IN COMMERCIAL YOGHURT PRODUCTS Bagus Nurprialdi; Viesta Olivia Thahuurun Gani; Siti Halda; Peby Ardiani Pratama; Riong Seulina Panjaitan
Indonesian Journal of Pharmaceutical Research Vol 2, No 2 (2022): Indo J Pharm Res 2022 2(2)
Publisher : Department of Pharmacy, Muhammmadiyah University of Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ijpr.v2i2.4134

Abstract

Yogurt is a healthy drink that has thick, acidic properties and a high nutritional content. Yogurt is made by adding bacteria to milk, which naturally contains a type of sugar (carbohydrate) called lactose.Qualitative testing methods for carbohydrates are the Molisch test, the iodine test, the Benedict test, the Barfoed test, the Seliwanoff test, and the osazon test. Meanwhile, in quantitative testing using the DNS method. The results of the Molisch carbohydrate qualitative test revealed that all four samples contained glucose. Polysaccharides were discovered in the six samples during the iodine test. The six samples tested negative for glucose in Benedict's test. One out of every six samples tested positive for monosaccharides in the Barfoed test. Both samples tested positive for fructose in the Seliwanoff test. In the osazone test, all yogurt samples contained glucose. Furthermore, the following results were obtained when determining the reducing sugar content of commercial yogurt samples: E (685 mg/mL); D (568.75 mg/mL); F (501.25 mg/mL); A (373.75 mg/mL); B (310 mg/mL); and C (210 mg/mL).
Description of Knowledge Level and Actions of Health Workers on Diabetes Mellitus as Comorbidity Covid-19 Riong Seulina Panjaitan; Dini Budiasih
Indonesian Journal of Pharmaceutical Research Vol 2, No 1 (2022): Indo J Pharm Res 2022 2(1)
Publisher : Department of Pharmacy, Muhammmadiyah University of Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ijpr.v2i1.3477

Abstract

Penderita diabetes mellitus harus menjaga kadar gula darahnya agar tidak terjadi komplikasi dan menghindari keparahan Covid-19. Pasien Covid-19 yang memiliki penyakit penyerta diabetes berpotensi mengalami tingkat keparahan yang lebih besar. Hal ini disebabkan karena frekuensi level gula darah dan komplikasi diabetes lainnya. Dalam menghadapi kasus ini pentingnya peranan tenaga kesehatan dalam upaya mencegah dan menangani pasien yang terinfeksi Covid- 19 dengan penyakit penyerta diabetes mellitus. Peranan tenaga kesehatan sangat penting baik dalam mengedukasi, merawat pasien dan membantu dalam pemulihan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menilai bagaimana pengetahuan dan tindakan tenaga kesehatan (dokter, farmasi, perawat dan juga bidan) dalam menghadapi pasien infeksi Covid-19 dengan penyakit penyerta diabetes mellitus. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara menggunakan lembar kuesioner kepada subjek penelitian. Pertanyaan kuisioner penelitian terdiri dari 10 butir pertanyaan untuk pengetahuan dan 10 butir pertanyaan untuk tindakan. Kemudian responden melakukan pengisian dengan melalui lembar kuesioner dan dikumpulkan kembali. Rata – rata responden mempunyai gambaran pengetahuan tentang diabetes mellitus sebagai komorbiditas Covid-19 adalah baik yaitu 47,5% dan rata rata 7,5 % adalah kurang baik. Dokter adalah responden yang memiliki nilai tingkat pengetahuan yang lebih tinggi dibandingkan farmasi, bidan dan perawat diurutan terakhirnya. Rata - rata responden mempunyai tindakan baik 47,5% , tindakan responden yang kurang terhadap diabetes mellitus sebagai komorbiditas Covid-19 adalah 12,5%. Perawat adalah responden yang memiliki nilai tingkat tindakan yang lebih tinggi dibandingkan dengan dokter, farmasi dan bidan dengan urutan terakhirnya.
Antibacterial Activity of 96% Ethanolic Extract of Ulva reticulata Against Staphylococcus aureus, Escherichia coli, and Pseudomonas aeruginosa Riong Seulina Panjaitan; Nizam Thalib; Sumantri Sumantri
Indonesian Journal of Pharmaceutical Research Vol 2, No 1 (2022): Indo J Pharm Res 2022 2(1)
Publisher : Department of Pharmacy, Muhammmadiyah University of Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ijpr.v2i1.3478

Abstract

Ulva reticulata (sea lettuce) merupakan salah satu jenis makroalga hijau yang tumbuh di perairan Indonesia. Makroalga ini umumnya digunakan sebagai bahan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia dari ekstrak etanol 96% Ulva reticulata dan menguji aktivitas antibakterinya terhadap tiga bakteri yang umum ditemukan di telapak tangan manusia yaitu Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa. Ulva reticulata dimaserasi dengan pelarut etanol 96% selama 5 hari, selanjutnya dilakukan skrining fitokimia. Kemudian ekstrak etanol 96% diuji aktivitas antibakterinya dan penentuan konsentrasi hambat minimumnya dengan metode disc diffusion. Kontrol positif menggunakan tetrasiklin dan pelarut etanol 96% sebagai kontrol negatif. Rendemen ekstrak etanol 96% Ulva reticulata diperoleh sebesar 70,11%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% Ulva reticulata mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, sterol, triterpenoid dan fenol. Selanjutnya, ekstrak etanol 96% Ulva reticulata memiliki aktivitas antibakteri terhadap ketiga bakteri (Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa) dengan konsentrasi hambat minimum sebesar 12,5%.