Penelitian ini dilatar belakangi dari masalah mengenai pengamatan peneliti bahwa, para atlet UKM petanque UPGRIS belum mengetahui seberapa besar sudut backswing dan release untuk menghasilkan ketepatan lemparan shooting yang tepat dan terukur, maka dari itu peneliti menganalisis sudut backswing dan sudut release pada jarak yang tertera di shooting game. Shooting game merupakan upaya untuk menjauhkan bola target dengan tujuan agar mendapatkan point. Analisis biomekanika digunakan untuk menggambarkan secara terukur dan terhitung untuk memperoleh pemahaman efektivitas teknik. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan komparatif dan di bantu oleh aplikasi Software Kinovea versi 0.9.3 yang digunakan untuk mengukur. Kinovea adalah salah satu software yang digunakan untuk menganalisis gerak, dengan menggunakan aplikasi ini kita dapat memutar video yang diambil untuk dianalisis. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa berdasarkan analisis terhadap beberapa sampel menunjukan tinggi badan dan panjang lengan atlet mempengaruhi besar kecilnya sudut backswing dan release. Adanya perbedaan sudut backswing dan release berdasarkan uji hipotesis jarak 6 backswing 68-113, rata-rata 95.33 dan release 52-96, rata-rata 66.83, jarak 7 backswing 67-113, rata-rata 103.18 dan release 52-89, rata-rata 75.27, jarak 8 backswing 78-119, rata-rata 106.27 dan release 58-90, rata-rata 77.90, dan jarak 9 backswing 78-140, rata-rata 111.45 dan release 60-91, rata-rata 79.81. Tidak adanya perbedaan yang signifikan jenis shooting, karena nilai signifikan < 0.05 maka H0 diterima. Simpulan penelitian ini adalah semakin tinggi badan dan panjang lengan atlet, maka semakin kecil sudut backswing dan release yang digunakan begitu sebaliknya. ada perbedaan sudut backswing dan release pada shooting jarak 6 meter, 7 meter, 8 meter, dan 9 meter, Tidak ada perbedaan sudut backswing dan release terhadap ketepatan shooting jenis carreau, reussi, dan touche.