Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Komunikasi Sosial Generasi Milenial di Era Industri 4.0 Ali Nurdin; Mufti Labib
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 5, No 2 (2021): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v5i2.14912

Abstract

The purpose of this study is to describe the social communication process of the millennial generation in the midst of the folds of virtual space based on industry 4.0. This study uses a descriptive-qualitative type to describe the social communication behavior tendencies of the millennial generation. Data collection was carried out by distributing semi-open questions randomly through the Google Form application to the millennial generation in Surabaya. The results of the study explain that the millennial generation's social communication process is carried out in three stages; first, building social communication on the basis of social media and direct face-to-face communication. Second, the use of adaptive language style according to the communication context, and communication symbols using verbal signs through text and non-verbal signs through emoji symbols. Third, the formation of the image of the millennial generation is done by managing speech, writing, comments, and emojis based on the values of honesty and openness. The contribution of this research is that there is a map of shifts in social communication patterns from direct face-to-face communication patterns to internet-based and social media-based communication patterns.
Model Penyelenggaraan Daurah Tahfidzul Qur’an Dalam Peningkatan Perolehan Santri di Pondok Pesantren Karangasem : Model Penyelenggaraan Daurah Tahfidzul Qur’an Dalam Peningkatan Perolehan Santri di Pondok Pesantren Karangasem Mufti Labib Abdurrahman
Jurnal Penelitian dan Pendidikan Vol 5 No 2 (2023): STAIKA (Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam)
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era revolusi industri 4.0 berdampak pada perubahan beragam aspek dalam peradaban umat manusia. Tidak terkecuali yang terjadi di ruang lingkup pondok pesantren seperti yang terjadi di pondok pesantren Karangasem Paciran Lamongan. Pondok pesantren Karangasem Paciran Lamongan memiliki program daurah Tahfidzul Qu’an, dan tentunya program ini memberikan dampak dalam peningkatan perolehan santri di pondok pesantren Karangasem Paciran Lamongan. Dalam penelitian ini penelitian menelaah terkait proses, strategi dan evaluasi serta persepsi santri terhadap penyelenggaraan daurah Tahfidzul Qur’an. Dalam manajemen program daurah Tahfidzul Qur’an sangat baik, hal ini dibuktikan melalui programnya yang dapat bertahan dan menambah minat santri untuk mendaftarkan diri di Pondok Pesantren Karangasem Paciran Lamongan. Program daurah Tahfidzul Qur’an memiliki tujuan dalam mencetak mubalig dan mubalighah yang tersebar di wilayah pantura. Adapun dalam strategi dan evaluasinya, pondok pesantren menggunakan beberapa cara diantaranya peningkatan mutu muhafidh dan muhafidhoh, peningkatan mutu fasilitas dalam penyelenggaraan daurah Tahfidzul Qur’an, komunitas wali santri program daurah melalui whatsapp, dan memberikan penghargaan kepada santri yang memiliki hafalan. Adapun dalam persepsi santri yang telah mengikuti program daurah Tahfidzul Qur’an, Bagi santri selain meningkatkan spiritual, program daurah Tahfidzul Qur’an memberikan dapat memberikan pembelajaran kemandirian, intelektual, dan menambah kepercayaan diri.
Model Penyelenggaraan Daurah Tahfidzul Qur’an Dalam Peningkatan Perolehan Santri di Pondok Pesantren Karangasem : Model Penyelenggaraan Daurah Tahfidzul Qur’an Dalam Peningkatan Perolehan Santri di Pondok Pesantren Karangasem Mufti Labib Abdurrahman
Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Vol 4 No 2 (2021): STAIKA (Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam)
Publisher : STAI Muhammadiyah Paciran Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62750/staika.v4i2.64

Abstract

Era revolusi industri 4.0 berdampak pada perubahan beragam aspek dalam peradaban umat manusia. Tidak terkecuali yang terjadi di ruang lingkup pondok pesantren seperti yang terjadi di pondok pesantren Karangasem Paciran Lamongan. Pondok pesantren Karangasem Paciran Lamongan memiliki program daurah Tahfidzul Qu’an, dan tentunya program ini memberikan dampak dalam peningkatan perolehan santri di pondok pesantren Karangasem Paciran Lamongan. Dalam penelitian ini penelitian menelaah terkait proses, strategi dan evaluasi serta persepsi santri terhadap penyelenggaraan daurah Tahfidzul Qur’an. Dalam manajemen program daurah Tahfidzul Qur’an sangat baik, hal ini dibuktikan melalui programnya yang dapat bertahan dan menambah minat santri untuk mendaftarkan diri di Pondok Pesantren Karangasem Paciran Lamongan. Program daurah Tahfidzul Qur’an memiliki tujuan dalam mencetak mubalig dan mubalighah yang tersebar di wilayah pantura. Adapun dalam strategi dan evaluasinya, pondok pesantren menggunakan beberapa cara diantaranya peningkatan mutu muhafidh dan muhafidhoh, peningkatan mutu fasilitas dalam penyelenggaraan daurah Tahfidzul Qur’an, komunitas wali santri program daurah melalui whatsapp, dan memberikan penghargaan kepada santri yang memiliki hafalan. Adapun dalam persepsi santri yang telah mengikuti program daurah Tahfidzul Qur’an, Bagi santri selain meningkatkan spiritual, program daurah Tahfidzul Qur’an memberikan dapat memberikan pembelajaran kemandirian, intelektual, dan menambah kepercayaan diri.
Intervensi Komunikasi Kesehatan Dalam Pencegahan Stunting Nurdin, Ali; Labib, Mufti
Journal of Health Science and Prevention Vol. 9 No. 2 (2025): JHSP Vol 9 No 2 – 2025
Publisher : State Islamic University of Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jhsp.v9i2.1277

Abstract

Stunting had emerged as a national issue and became a structured program implemented by both central and local governments. The dissemination of this program required effective communication in stunting prevention. This study aimed to describe and identify communication intervention strategies through the role of government, community participation, and communication strategies employed in the prevention of stunting in Karanggeneng Subdistrict, Lamongan Regency.This research employed a descriptive-qualitative design with a Community-Based Communication Strategies (CBSC) approach, which referred to the role of government, community participation, and communication strategies applied in stunting prevention. Data were collected through interviews, observations, and documentation. Interviews were conducted with 10 health team informants and 5 supporting community informants. The data were analyzed using the flow model of Miles & Huberman and were supported by NVivo 12 software. The findings revealed that communication interventions in stunting prevention were carried out by involving the role of government, community participation, and the use of health communication strategies as part of the CBSC approach. The government’s role was realized through stunting prevention programs involving doctors, medical staff, nurses, and village midwives. Community participation was manifested through the support of activities organized by PKK, health cadres, Fatayat NU, A’isyiyah, and even religious and community leaders by creating innovations based on health services. Health communication strategies were conducted collaboratively among stakeholders by employing interpersonal face-to-face communication, routine meetings, social media, health campaigns, health program innovations, and healthy menu creation competitions. The model of health communication intervention in stunting prevention could serve as a role model for stunting prevention in other regions with similar community characteristics.
IMPLEMENTASI KONSEP AGE-FRIENDLY SERVICE DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN HAJI JAMAAH LANSIA DI KABUPATEN GRESIK Nabila, Salma; Labib, Mufti
Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis (JIMBis) Vol 4 No 1 (2025): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24034/jimbis.v4i1.7534

Abstract

Fokus utama penelitian ini merupakan penerapan konsep pelayanan ramah lansia dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan haji bagi jamaah, khususnya jamaah lanjut usia (lansia) di Kementerian Agama Kabupaten Gresik. Peningkatan jumlah jamaah lansia dari tahun ke tahun menuntut tersedianya layanan yang responsif, adaptif, serta berbasis kebutuhan fisik maupun psikologis mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi yang menggali pengalaman langsung para informan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta penelusuran dokumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pelayanan ramah lansia telah diupayakan melalui beberapa kebijakan strategis, seperti penetapan kuota haji bagi lansia, mekanisme pendampingan khusus, serta penyediaan fasilitas penunjang mulai dari tahap pra-keberangkatan, layanan di asrama haji, hingga proses pemulangan ke tanah air. Namun demikian, penelitian juga menemukan sejumlah tantangan yang dihadapi oleh lembaga, antara lain keterbatasan fasilitas tambahan yang sesuai standar lansia, kuota yang masih terbatas sehingga memicu waktu tunggu panjang. Maka, dengan hal ini pelayanan telah menunjukkan pemenuhan kebutuhan secara maksimal dalam pemberian layanan personal kepada jamaah lansia. Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan pentingnya implementasi pelayanan yang berfokus pada kebutuhan jamaah lansia untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas penyelenggaraan haji di masa mendatang.