Matsna Afwi Nadia
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Mitos Perempuan dalam Meme Al-Qur'an: Kajian Semiotika Media Sosial Matsna Afwi Nadia
Nun: Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir se-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32495/nun.v8i2.425

Abstract

This article explores the phenomenon of mythologizing Qur'anic memes on social media platforms, employing Roland Barthes' semiotic analysis as a theoretical framework. The focus of this study is the examination of the Qur'anic meme pertaining to the theme of women's deceit. The extent to which the interpretation of the Qur'an depicted in the meme gives rise to myths that obfuscate its original meaning will be examined. This study has a specific objective of addressing three inquiries: firstly, the manner in which verses are interpreted within the context of the meme depicting women's deceit; secondly, the myths encompassed within the meme illustrating women's deceit; and thirdly, the implications that arise from the mythologization of memes in relation to the interpretation of the Qur'an. To address these three concerns, this study employs a descriptive-analytical approach utilising Roland Barthes' semiotic framework. Consequently, the meme illustrates a myth that arises from the amalgamation of the interpretations of Al-Nisā'[4]: 76 and Yūsuf [12]: 28, suggesting that the allure of women holds greater sway than the allure of Satan. The perpetuation of the myth engenders a sense of cynicism towards women, thereby reinforcing the prevalence of misogynistic interpretations.
Fiqh Lingkungan: Analisis Atas Qs. Ar-Rum??? [30]: 41 Prespektif Maqasidi Matsna Afwi Nadia; M. Riyan Hidayat
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v5i1.360

Abstract

Konservasi lingkungan telah menjadi salah satu masalah terpenting dalam perhatian manusia zaman sekarang. Dalam diskursus Al-Qur???an sudah mulai dilakukan aktifitas penafsiran yang mengarah ke hal tersebut. Artikel ini mengkaji permasalahan konservasi lingkungan atas QS. Ar-Rum??? [30]: 41 dengan menggungakan metode tafsir maqashidi. Artikel ini menemukan bahwa deskripsi ayat menunjukkan cakupan penjagaan keberlangsungan kehidupan generasi manusia (hifdz al-bi???ah) yang ditunjukkan dengan konservasi lingkungan. Keberlangsungan kehidupan manusia menjadi tujuan utama (ghayah) yang dihadirkan melalui diksi dampak kerusakan alam oleh manusia (wasilah). Dampak terjadinya kerusakan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari disebabkan oleh ulah tangan manusia, yang menegaskan urgensi untuk menjaga dan melestarikan alam demi kelangsungan hidup kita dan generasi mendatang.
Al-Qur???an Masa Formasi: Pandangan Alternatif dari Orientalis Matsna Afwi Nadia
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 02 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v3i02.398

Abstract

Artikel ini menunjukkan salah satu kecenderungan studi al-Qur???an dalam tradisi orientalis berupa pandangan alternatif tentang historiografi al-Qur???an masa formasi. Pemetaan didasarkan pada kajian pustaka terhadap karya-karya mereka. Tiga persoalan yang hendak diulas: Pertama, bagaimana respon orientalis terhadap historiografi al-Qur???an masa formasi versi sarjana muslim klasik. Kedua, bagaimana metode yang digunakan mereka. Ketiga, tipologi pandangan alternatif. Hasil dari artikel ini menunjukkan bahwa orientalis cenderung bersikap skeptis terhadap pandangan ulama klasik. Mereka mendekati topik ini dengan metode historiografi dan sudut pandang sejarah, dengan fokus pada kritik terhadap sumber-sumber sejarah yang digunakan oleh ulama klasik. Selain itu, mereka juga menulusuri sumber sejarah yang sezaman. Berbagai pandangan alternatif yang diusulkan melibatkan isu kanonisasi Al-Qur???an, pra history Al-Qur???an, dan variasi teks Al-Qur???an.