Aluminium seri 2024-T3 banyak diaplikasikan secara luas pada industri pesawat terbang karena memiliki sifat mekanik yang baik seperti ; bobot yang ringan, kekuatan tarik relatif tinggi dan adanya ketahanan korosi yang disebabkan pembentukan lapisan pasif berupa aluminium oksida. Namun demikian Aluminium 2024-T3 rentan terhadap serangan korosi bila berada di lingkungan yang korosif seperti air laut. Salah satu cara untuk meningkatkan ketahanan korosinya adalah dengan proses anodizing. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh rapat arus dan waktu anodizing dalam mengendalikan laju korosi di lingkungan air laut. Proses anodizing menggunakan larutan asam sulfat 10% dengan rapat arus antara 0,75 A/dm2 sampai 3 A/dm2 dengan waktu pencelupan 30, 40, 50 dan 60 menit. Selanjutnya laju korosi diukur dengan menggunkan metode sel potensial tiga elektrode yang menggunakan kalomel jenuh (Hg2Cl2) sebagai elektroda baku dan platina (Pt) sebagai elektroda tambahan. Sebagai data pendukung dilakukan uji komposisi, uji struktur mikro, uji kekerasan Vickers dan uji tarik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa laju korosi Al 2024-T3 di air laut tanpa proses anodizing sebesar 0, 03043 mm/yr. Proses anodizing cenderung menurunkan laju korosi dan pada rapat arus 2,25A/dm2 dengan waktu 30 menit menunjukan hasil yang optimun dengan laju korosi sebesar 0,00795 mm/yr. Korosi yang terjadi pada Al 2024-T3 merupakan korosi sumuran (pitting corrosion) yang disebabkan oleh rusaknya selaput pasif. Anodizing mampu meningkatkan ketebalan lapisan aluminium oksida sehingga laju korosi menurun.