Penambahan inokulasi pada besi cor berfungsi sebagai pencegahan cacat akibat undercooling. Fungsi lainnya juga bermanfaat untuk proses pembentukan grafit pada besi cor. Penambahan inokulasi pada besi cor memiliki banyak metode dalam prosesnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan metode penambahan inokulasi khususnya terhadap kekerasan produk Flange 32A dengan jenis material yang digunakan yaitu FCD (Ferrous Casting Ductile) 450. Metode penambahan inokulasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode non streaming inoculation (ladle inoculation) dan streaming inoculation. Proses inokulasi ladel dilakukan dengan penambahan bahan inokulan yang diletakkan pada dasar ladel bersamaan dengan bahan Mg-treatment, sedangkan metode streaming dilakukan penambahan inokulasi pada ladel dan dilanjutkan inokulasi secara langsung pada saat proses pouring. Sampel yang didapatkan dari kedua metode ini kemudian akan di analisa melalui beberapa pengujian yaitu uji komposisi kimia, uji kekerasan HRB (Hardness Rockwell B) dan uji metalografi. Perbedaan metode inokulasi menghasilkan nilai kekerasan yang jauh berbeda. Nilai kekerasan yang dihasilkan melalui metode inokulasi non streaming sebesar 113-118 HRB, sedangkan melalui metode inokulasi streaming sebesar 93-94 HRB. Berdasarkan nilai kekerasan standart JIS G5502 mengenai spesifikasi besi cor nodular, nilai kekerasan yang masuk ke dalam range standar diperoleh dari metode inokulasi streaming. Grafit yang terbentuk terdiri dari grafit bentuk VI dengan persebaran fasa perlit dan ferit berturut-turut dan 50,75% dan 49,25%.