Slamet Thohari
UB

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REPRESENTASI DISABILITAS DALAM FILM INDONESIA YANG DIPRODUKSI PASCA ORDE BARU Ucca Arawindha; Slamet Thohari; Titi Fitrianita
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Kajian Ruang Sosial-Budaya (JKRSB) is continued as Brawijaya Journal of
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.sosiologi.jkrsb.2020.004.1.09

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi disabilitas dalam film-film yang diproduksi pasca Orde Baru, yaitu mulai tahun 1998-2019. Asumsi dasar penelitian ini adalah film bukan hanya sekedar media hiburan, tetapi sebagai media penyampai pesan, informasi dan edukasi. Film sebagai media populer menjadi penting untuk dijadikan sebagai obyek penelitian, dikarenakan hampir dinikmati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Terkait dengan disabilitas, film sebagai media edukasi dan mampu mempengaruhi persepsi penonton mengenai disabilitas. Menggunakan kerangka pemikiran Stuart Hall tentang representasi dan metode semiotika Roland Barthes, penelitian ini membongkar mitos tentang disabilitas dalam film-film yang diproduksi pasca Orde Baru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa disabilitas dalam film digambarkan secara umum sebagai kondisi “abnormal”. Disabilitas dianggap memerlukan adaptasi dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan cenderung belum diterima oleh masyarakat. Disabilitas ditempatkan sebagai bahan lelucon, obyek belas kasihan, dan “manusia super” ketika mampu meraih prestasi. Pandangan yang membedakan antara yang “normal” dan “abnormal” ini merupakan pengaruh dari medical model, bahwa disabilitas adalah penyakit dan perlu adanya segregasi/pemisahan dalam dunia sosial. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan positif bagi pemerintah dan sineas dalam menyajikan tayangan yang lebih berimbang, ramah disabilitas, dan tidak eksploitatif.