Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peta Politik Industri Batik Yogyakarta dan Dampaknya dalam Sistem Perburuhan Batik di Yogyakarta Dewi puspita rahayu
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Kajian Ruang Sosial-Budaya (JKRSB) is continued as Brawijaya Journal of
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.sosiologi.jkrsb.2019.003.1.03

Abstract

Tulisan ini membahas tentang peta politik industri batik di Yogyakarta dalam menghadapi persaingan industri batik baik di skala global dan nasional serta dampak dari peta politik tersebut terhadap sistem perburuhan di industri batik Yogyakarta. Gencarnya sosialisasi batik di Indonesia, ternyata memberikan keuntungan kepada negara lain yang mengekspor kain batiknya ke Indonesia dan dunia. Setali tiga uang dengan kondisi Indonesia di konteks global, Yogyakarta yang merupakan salah satu daerah penghasil batik pun mengalami hal serupa. Persaingan yang harus dihadapi Yogyakarta tidak hanya berupa gempuran dari industri batik luar negeri melainkan juga dari industri lokal seperti Solo dan Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa strategi yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan para pelaku industri batik yang menggambarkan peta politik industri batik di Yogyakarta seperti menjadikan pasar luar negeri sebagai pangsa pasar batik; adanya program batikmark; kerja sama dengan Departemen Pariwisata Pos dan Telekomunikasi DIY dengan menjadikan pabrik dan gerai showroom sebagai salah satu obyek wisata yang terdapat di Yogyakarta yakni melalui workshop batik serta menjadikan pabrik mereka sebagai ruang display proses membatik bagi wisatawan; serta menguatkan identitas budaya Jawa dalam motif maupun proses membatik. Peta politik ini ternyata berimplikasi pada adanya indikasi eksploitasi buruh batik Yogyakarta yang didukung oleh hegemoni budaya Jawa.Kata kunci: peta politik, industri batik Yogyakarta, sistem perburuhan
Accessibility of Informal Workers in Batu City to Social Security Programs during the COVID Pandemic Dewi Puspita Rahayu; Genta Mahardika Rozalinna; Lutfi Amiruddin
Journal of Research in Social Science and Humanities Vol 5, No 4 (2025)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jrssh.v5i4.508

Abstract

The COVID-19 pandemic has significantly impacted informal workers in Batu City, particularly in accessing employment social security. This study aims to measure the accessibility level of informal workers to BPJS Ketenagakerjaan during the pandemic and identify the supporting and inhibiting factors. Using a descriptive quantitative method through a survey of 438 respondents, the findings indicate that the accessibility of informal workers remains moderate. The main obstacles include a lack of socialization regarding BPJS Ketenagakerjaan and the perceived burden of insurance premiums amid declining incomes due to the pandemic. These findings highlight the need for strategic policies to improve the accessibility of social security for informal workers, especially in times of crisis.