Sabarudin
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Kebijakan Kurikulum Cinta dalam Pendidikan Agama Islam: Strategi Pembentukan Karakter Religius-Humanis di MTs Nurul Ummah Amri Saputra; Havid Nur Solikhin; Lutfiah Holifa Balqis; Sabarudin
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan kebijakan Kementerian Agama yang bertujuan memperkuat pendidikan karakter melalui internalisasi nilai cinta kepada Allah, Rasul, sesama, lingkungan, dan bangsa. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi KBC di MTs Nurul Ummah sebagai madrasah berbasis pesantren yang memiliki kultur religius dan tradisi pembinaan akhlak yang kuat. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dan divalidasi melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MTs Nurul Ummah memiliki kesiapan yang baik dalam menerapkan KBC karena nilai-nilai inti kurikulum tersebut telah lama menjadi bagian dari kehidupan pesantren. Implementasi KBC tampak melalui keteladanan guru, pembiasaan ibadah, pendekatan humanis dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, serta integrasi kegiatan pesantren yang berlangsung secara menyeluruh. Dampak penerapan KBC terlihat pada penguatan karakter religius, kedisiplinan, empati, dan kepedulian sosial siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi KBC sangat dipengaruhi oleh kultur lembaga yang mendukung, konsistensi pendidik, dan integrasi nilai dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat menjadi model bagi madrasah lain dalam menerapkan Kurikulum Cinta secara efektif.
Formalisasi Mutu Berbasis Legitimasi Ideologis dalam Manajemen Pendidikan Islam di Madrasah Ibtidaiyah Andika Febriyanto Kahfi; Sabarudin; Dinda Agustiana; Awla Putri Adibah
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 5 (2026): Advances In Education Journal (April)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the relationship between Islamic educational ideology, power relations, and the quality of Islamic educational management in the administration of Madrasah Ibtidaiyah. The study is motivated by the tendency of educational management practices to prioritize administrative aspects over the internalization of Islamic ideological values in decision-making processes and institutional governance. This research employed a qualitative approach using a case study design. The research subjects consisted of the principal, teachers, and administrative staff selected purposively based on their involvement in institutional managerial processes. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and were analyzed using thematic analysis through the stages of open coding, axial coding, and selective coding. The findings reveal that Islamic educational ideology functions as a normative foundation in madrasah management practices through the values of tawhid, trustworthiness, justice, deliberation, and ihsan. However, the implementation of these values is influenced by the power relations within the institution. Participatory power structures tend to encourage transparent and collaborative managerial practices, whereas administrative and centralized domination of power potentially shifts the orientation of educational quality toward formalistic practices. This study also proposes an integrative model illustrating the interconnection between ideology, power relations, managerial practices, and the quality of Islamic educational management in a holistic manner. Therefore, strengthening the quality of Islamic education requires the integration of ideological values into every managerial practice in order to establish substantive and sustainable educational governance.