Hipertensi dan diabetes melitus adalah penyakit utama tingginya angka kematian di seluruh dunia yaitu 22% dan 19,9%. Di Indonesia, angka kematian menduduki peringkat 3 dan 5. Setidaknya 34,1% dan 10,9% penduduk Provinsi Jawa Tengah atau 48,2% serta 8,62% penduduk Kabupaten Purbalingga mengalami hipertensi dan diabetes melitus. Prevalensi kejadian sangat tinggi pada lanjut usia dan membutuhkan pengelolaan jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik responden, keikutsertaan, kualitas hidup, serta mengetahui hubungan keaktifan kelompok lansia hipertensi dan diabetes melitus pada program prolanis dengan tingkat kualitas hidup. Penelitian ini merupakan observasional analitic dan mempergunakan rancangan cross sectional. Populasi sebanyak 88 responden. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan sampel sebanyak 72 responden. Instrumen yang dipergunakan ialah presensi partisipasi prolanis dan kuesioner WHOQOL-BREF (World Health Organization Quality of Life-BREF). Data dianalisis melalui SPSS versi 25. Hasil data berdistribusi normal, analisis menggunakan independent sample T-Test. Hasil karakteristik responden mayoritas perempuan, lanjut usia, berpendidikan terakhir sekolah dasar, ibu rumah tangga, terdiagnosa lebih dari 5 tahun, tidak mempunyai riwayat, dan patuh minum obat. Keikutsertan prolanis mayoritas aktif. Kualitas hidup lansia mayoritas baik. Nilai signifikasi 0,03 yaitu ≤ α 0,05, maka terdapat hubungan antara keikutsertaan lansia hipertensi dan diabetes melitus pada program prolanis dengan tingkat kualitas hidup.