Umar Samsudin
Sekolah Tinggi Agama Islam Binamadani

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDIDIKAN AGAMA DALAM BINGKAI KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA Umar Samsudin; Novrizal Novrizal
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 7 No 2 (2024): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v7i2.651

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah menjelaskan pentingnya pendidikan agama dalam bingkai kerukunan antar umat beragama. Pendidikan agama mengajarkan untuk membangun penghargaan dan penghormatan kepada sesama, tanpa perlu melihat perbedaan yang melekat pada manusia, tak terkecuali pada wilayah perbedaan agama. Kerukunan beragama menjadi perihal penting dalam membangun keutuhan bangsa sebuah bangsa. Dalam tulisan ini ditemukan bahwa pada negara yang bercorak multi agama, konflik yang mengatasnamakan agama kerap hadir dalam lingkungan masyarakat yang ada di dalamnya. Padahal dalam ajaran agama terdapat nilai-nilai luhur yang melarang para pemeluk agama untuk terlibat konflik atas nama agama dan pendidikan agama hadir dalam rangka melerai dan mengatasi konflik tersebut. Hasil penelitian ini mengungkapkan, pendidikan agama yang diajarkan secara baik dengan mengedepankan prinsip-prinsip kemanusiaan dapat menjadi penawar bagi konflik atas nama agama dan mampu menciptakan kerukunan agama. Adapun prinsip-prinsip dari pendidikan agama yang dapat diwujudkan untuk membangun kerukunan umat beragama adalah prinsip inklusif, toleransi, dan egaliter. Kerukunan antar umat beragama dapat terwujud, manakala prinsip-prinsip tersebut diakomodir dalam pembelajaran pendidikan agama.
KONTEKSTUALISASI SIKAP USWATUN HASANAH DAN RAHMATAN LI AL-'ALAMIN DALAM DIRI RASULULLAH SAW DENGAN METODE DAMAI SEBAGAI STRATEGI PEMBELAJARAN ALTERNATIF DI SEKOLAH TINGKAT DASAR DAN MENENGAH Umar Samsudin; Abdul Ghofur; Siska Oktavera
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2023): alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i2.512

Abstract

Tulisan ini berupaya mendudukkan keterkaitan antara yang sentral dengan yang perifer. Sentralnya adalah strategi pembelajaran Rasulullah Saw, yaitu sebagai sosok yang dapat dijadikan sebagai uswatun hasanah dan sikapnya yang rahmatan lil’alamin. Sementara periferinya adalah pengembangan strategi pembelajaran Rasulullah tersebut dengan metode damai. Dengan metode damai ini, mampu menjalin hubungan yang baik antara guru dan siswa, dapat menumbuhkan jiwa semangat dan emosi positif. Dengan demikian dapat meminimalisir terjadinya kekerasan dalam pendidikan. Strategi pembelajaran dengan kontekstualisasi sikap Usawatun hasanah dan rahmatan lil 'alamin melalui metode damai memberikan solusi terhadap suatu masalah dalam pembelajaran, khususnya masalah kekerasan dalam pendidikan untuk anak usia sekolah tingkat dasar dan menengah. Dalam menerapkan strategi pembelajaran kontekstual dengan metode damai ini, yang diperlukan adalah mengolah kelas, melakukan interaksi belajar-mengajar, menyampaikan materi dan metode, yang semuanya menerapkan pendekatan humanistik (humanistic approach). Di antara mendidik dengan peserta didik didorong untuk melakukan komunikasi multi-arah sehingga tercipta suasana demokratis di dalam kelas, dan tidak didominasi oleh peran guru secara berlebihan. Dalam perspektif Islam, perdamaian adalah salah satu prinsip yang luhur yang dimilikinya.