Abdullah Abdullah
STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PENANGANAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR LUAR BIASA NEGERI KELEYAN SOCAH BANGKALAN Abdullah Abdullah
AL - IBRAH Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan tentang strategi guru dalam menangani anak berkebutuhan khusus. Dalam penelitian ini penulis mengunakan. jenis penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini strategi penanganan guru terhadap anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar luar biasa Negeri Keleyan Socah Bangkalan ada lima macam ABK yaitu Tunanetra, Tunagrahita, Tunarungu, Tunadaksa dan Autism. Masing-masing dari anak penyandang disabilitas tersebut mendapatkan penanganan oleh guru yang benar-benar memiliki latar belakang pendidikan luar biasa, dedikasi yang tinggi, kesabaran dan ketelatenan yang luar biasa. Hal ini terbukti dengan ABK penyandang tunagrahita yang bisa menulis, membaca, berhitung, dan keterampilan lainnya seperti menggambar, berenang, menyanyi dan lain-lain. Selain itu, ada sebagian dari mereka yang mengikuti beberapa lomba tingkat kabupaten, provinsi dan nasional. Semua itu membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berprestasi jika mendapatkan kesempatan dan penanganan yang tepat oleh guru.
PENDIDIKAN AKHLAK SEBAGAI MEDIA MENGHILANGKAN BUDAYA CAROK; PERSPEKTIF PENDIDIKAN KARAKTER Abdullah Abdullah
AL - IBRAH Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.499 KB)

Abstract

Membincang masyarakat Madura acap kali mengaitkannya dengan budaya caroknya yang biasa dilabelkan atau stigma negatif pada masyarakat Madura. Budaya carok sering kali diidentikkan dengan masyarakat Madura sebagai penggambaran secara umum jati diri komunitas suku dan etnik Madura dalam perilaku dan berinteraksi dalam kehidupan sosial. Disisi lain, dalam konteks keagamaan, masyarakat Madura selalu memegang teguh ajaran Islam dalam pola kehidupan sehari-hari. Walau pun hal itu menyisakan “keraguan,” untuk menyebut adanya kontradiksi antara ajaran Islam, sacara substantif dan perilaku sosial serta kultur dalam praktek keberagamaan mereka. Islam sebagai ajaran formal diyakini sebagai pedoman dalam kehidupan individu, suku dan etnik Madura itu ternyata tidak selalu menampakkan keselarasan pada sikap, karkter, dan pola perilaku masyarakat Madura. Orang Madura sangat menjunjung tinggi akhlak dan agama, Seperti diketahui, karakter manusia meliputi tiga aspek: yaitu aspek jasmaniyah, kejiwaan, dan kerohanian. Karakter ini akan menjadi sesuatu yang sangat urgen bagi kehidupan manusia bila dilandasi dengan dasar agama. Karena itu, pendidikan agama sangat berperan dalam membentuk karakter seseorang, terutama pendidikan akhlak yang diberikan secara intensif dan berkesinambungan. Pada dasarnya, memiliki karakter yang baik adalah dambaan semua orang. Sebab itu, ia akan dihormati, disegani orang disekitarnya. Maka, pendidikan akhlak berperan penting dalam membentuk karakter sihingga bisa menghilangkan budaya Carok.