This Author published in this journals
All Journal Buletin Utama Teknik
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISA ESTIMASI BIAYA PADA PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN LAU SIMEME PAKET II DENGAN MENGGUNAKAN ALAT-ALAT BERAT DI KAB. DELI SERDANG SUMATERA UTARA Tasya Prisdawani; Marwan Lubis; Darlina Tanjung
Buletin Utama Teknik Vol 17, No 3 (2022): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mengevaluasi pekerjaan alat berat pada proyek pembangunan Jalan Relokasi Pada Proyek Bendungan Lau Simeme Paket II dibutuhkan ketepatan untuk memilih alat – alat berat yang mempengaruhi produktivitas suatu perkerjaan. Berdasarkan data yang telah dihitung diketahui kapasitas Excavator pada galian adalah 520 m³/hari, jumlah volume pekerjaan pada galian tanah adalah sebesar 323,2 m³, waktu yang diperlukan untuk pekerjaan galian tanah adalah 1 hari, biaya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan galian tanah adalah Rp.9.180.000,-. Dan kapasitas Bulldozer pada pemadatan tanah adalah sebesar 1253,60 m³/hari, jumlah volume pekerjaan pada galian tanah adalah sebesar 481,56 m³, waktu yang diperlukan untuk pekerjaan pemadatan tanah adalah setengah hari, biaya yang dibutuhkan pelaksanaan pekerjaan galian tanah adalah Rp.9.580.000,-. Berdasarkan data yang telah dihitung diketahui kapasitas Excavator pada galian adalah 520 m³/hari, jumlah volume pekerjaan pada galian tanah adalah sebesar 3716,8 m³, waktu yang diperlukan untuk pekerjaan galian tanah adalah 7 hari, biaya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan galian tanah adalah Rp.40.260.000,-. Dan kapasitas Bulldozer pada pemadatan tanah adalah 1253,60 m³/hari, jumlah volume pekerjaan pada galian tanah adalah sebesar 5538,03 m³, waktu yang diperlukan untuk pekerjaan pemadatan tanah adalah 4 hari, biaya yang dibutuhkan pelaksanaan pekerjaan galian tanah adalah Rp.26.320.000,-. Dari data di lapangan dengan data hasil perhitungan didapatkan perbedaan produktivitas dikarenakan kondisi alat berat yang kurang baik.