Perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia terus mengalami perkembangan yang cukup pesat. Perkembangan ini memicu peningkatan pembangunan menara pemancar (tower) yang merupakan perangkat penting dalam teknologi komunikasi dan informasi. Sebagai konsekuensi dari perkembangan ini maka harus diiringi dengan bertambahnya jumlah kontruksi menara di daerah pemukiman dan perkotaan yang dapat berakibat buruk apabila kontruksi menara (tower) tidak memiliki sambungan yang baik antar tanah dan besi menara. Setiap pembangunan menara di perlukan sambungan (angkur) yang sangat kuat. Salah satu faktor yang mempengaruhi kuat sambungan pada angkur adalah material bahan angkur, sehingga pemilihan material bahan sambungan angkur yang baik sangatlah penting. Analisa kekuatan material pada angkur ini dilakukan dengan cara membandingkan kekuatan dari material bahan Carbon Steel dan Baja Tulangan Polos (BJTP) dengan standart ukuran yang sama yaitu JIS Z 2201 dengan metode pengujian tarik (Tensile Test). Untuk mengindentifikasi sifat mekanis bahan dan peniliaian pada metode pengujian tarik (Tensile Test) ini yaitu dengan menggunakan Universal Testing Machine Type MR 5, 10, 20CT. Dari hasil pengujian diperoleh data yaitu luas penampang awal, luas penampang setelah pengujian, tegangan elastis , tegangan maksimal, tegangan putus, persentase regangan dan persentase lebar penampang. Tujuan akhir penelitian ini adalah, untuk mengetahui nilai tegangan, regangan dan modulus elastisitas pada material bahan Carbon Steel dan BJTP.