Untuk meningkatkan produktivitas dan mempertahankan mutu menjadi fokus sebuah industri plastik. PT. Namasindo Plas Medan menerapkan total productive maintenance diharapkan industri mampu menjaga dan memperbaiki kinerja mesin guna mencapai efisiensi dan efektifitas. Mesin Injection Moulding (Netstal) memiliki kapasitas produksi yang lebih besar dibanding mesin lainnya, jika terjadi kendala pada mesin injection Moulding ini akan sulit dipenuhi. Karena itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi maintenance dan bagaimana tingkat efektivitas dari mesin injection moulding serta dapat memberikan rekomendasi yang tepat untuk meningkatkan efektivitas mesin injection moulding (netstal). Dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness, penelitian ini dilakukan selama 3 bulan yaitu oktober, november dan desember. Setelah dilakukan penelitian, diperoleh nilai rata-rata Overall Equipment Efectiveness sebesar 72%. Hasil ini masih belum memenuhi standar yang ditetapkan yaitu 85%. nilai OEE yang tertinggi terjadi bulan Oktober minggu ke 3 dengan nilai 91% dan minggu ke 4 dengan nilai 85%. Sedangkan nilai OEE terendah terjadi pada bulan November minggu ke 1 dan ke 2 dengan nilai 54 % dan 52% yang disebabkan oleh rendahnya nilai Performance Rate. Penyebab besarnya Losses terdiri dari faktor mesin, manusia, lingkungan, dan material. Factor mesin dan manusia merupakan faktor yang paling dominan. Untuk mengurangi kerugian tersebut perusahaan harus melakukan pemeliharaan sesuai dengan jadwal maintenance yang sudah ada. Devisi maintenance harus melakuakan diskusi untuk membuat jadwal antara kegiatan maintenance dan produksi. Perusahaan juga memberi pemahaman target produksi kepada pekerja guna membangun motivasi pekerja. Kemudian perusahaan harus lebih memperhatikan kenyamanan operator dalam bekerja sehingga kelelahan bisa dikurangi.