I Mubarok
Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI DALAM KONTEKS SOCIOSCIENTIFIC ISSUES S Saptono; I Mubarok
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu HOTs (Higher Order Thinking skills) yang diharapkan dimiliki oleh mahasiswa calon guru Biologi jenjang S1, sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh KKNI. Kajian deskriptif tentang kemampuan pemecahan masalah mahasiswa S1 calon guru Biologi dalam konteks socioscientific issues telah dilakukan berdasarkan pemahaman dan aplikasi masalah sosial-ilmiah dalam kehidupan sehari-hari. Sejumlah mahasiswa calon guru Biologi (n=74) dari perguruan tinggi negeri menjadi subjek penelitian. Tes diagnostik pilihan ganda berargumentasi yang tervalidasi digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Pada tahap awal penelitian, telah disiapkan satu set tes diagnostik 20 item soal terkait masalah kehidupan sehari-hari. Tahapan selanjutnya adalah pendefinisian kemampuan pemecahan masalah mahasiswa berdasarkan jawaban soal-soal tes. Pendefinisian kemampuan pemecahan masalah mahasiswa mencakup 4 aspek kemampuan, yaitu kemampuan mendefinisikan masalah, mengeksplorasi masalah, menentukan solusi alternatif, merencanakan tindakan solusi. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa kemampuan mahasiswa dalam aspek mendefinisikan masalah termasuk dalam kategori baik, tetapi kemampuan dalam mengeksplorasi masalah, menentukan solusi alternatif, dan merencanakan pemecahan, termasuk dalam kategori rendah. Temuan ini dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam upaya peningkatan kualitas proses perkuliahan, khususnya terkait dengan perkembangan kemampuan problem solving mahasiswa calon guru Biologi secara komprehensif.
KUALITAS TEMPE YANG DIBUAT DENGAN ALAT PENCETAK INOVATIF SKALA LAB DI RUMAH INOVASI TEMPE SEKAR SARI DFE Purnama; P Dewi; I Mubarok; SH Bintari
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 10 (2022)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempe merupakan makanan fermentasi yang populer di Indonesia, tingginya minat terhadap tempe memunculkan berbagai inovasi dalam peningkatan produksi, salah satu upaya tersebut adalah penggunaan alat pencetak inovatif. Alat ini berperan sebagai cetakan sekaligus wadah pemeraman tempe.Wadah pemeran menjadi salah satu faktor yang penting dalam penentuan kualitas tempe karena memiliki peranan dalam menjaga aerasi untuk pertumbuhan Rhizopus sp. Tujuan dari penelitian (1) Membuktikan higienitas dan kualitas organoleptik tempe yang dibuat menggunakan alat pencetak inovatif,(2)Membandingkan antara kualitas tempe yang dibuat menggunakan alat pencetak inovatif dengan tanpa penggunaan alat. Penelitian eksperimen rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penggunaan inovasi alat pencetakan tempe dan tanpa penggunaan alat sebagai kontrol. Metode pengujian yang dilakukan meliputi uji cemaran E.coli menggunakan medium selektif eosin methylene blue agar (EMBA) dan uji kesukaan. Berdasarkan hasil penelitian produk tempe yang dibuat menggunakan alat pencetak inovatif negatif terhadap E.coli, memiliki aroma khas tempe, tekstur kompak, rasa tidak asam, dan berwarna putih. Disimpulkan produk tempe yang yang dibuat menggunakan alat pencetak inovatif telah memenuhi standar kualitas mutu cemaran E.coli dan organoleptik berdasarkan SNI 3144:2015 serta memiliki keseluruhan hasil uji kualitas lebih unggul dibanding kontrol.
PEMANFAATAN MEDIA AMPAS TAHU TERFERMENTASI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (Hermetia illucens) S Mumtaz; SH Bintari; I Mubarok; D Mustikaningtyas
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 10 (2022)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maggot Black Soldier Fly (BSF) adalah larva dari serangga lalat BSF (Hermetia illucens) yang memiliki potensi sebagai alternatif pakan ternak dengan harga ekonomis. Upaya peningkatan produksi maggot BSF dilakukan dengan menumbuhkannya pada media ampas tahu yang difermentasi menggunakan starter yogurt. Hal tersebut mampu menunjang pertumbuhan maggot BSF sehingga dapat meningkatkan produksi maggot BSF. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi yogurt yang tepat untuk meningkatkan produksi maggot BSF, ditinjau dari bobot, kadar protein, survival rate, dan densitas populasi. Maggot BSF ditumbuhkan selama 14 hari pada media ampas tahu yang terfermentasi dengan konsentrasi yogurt 0%, 0,1%, 0,3% dan 0,5% serta pakan konsumtif sebagai kontrol positif. Hasil panen dari maggot BSF diukur parameter peningkatan produksinya berupa bobot, kadar protein, survival rate, dan densitas populasi. Hasil terbaik pada bobot dan densitas populasi ialah sebesar 822,10 gram dan 3,69 ekor/ cm3 yang diperoleh pada konsentrasi yogurt 0,5%. Kadar protein terbaik yang diperoleh sebesar 62,56% pada konsentrasi yogurt 0,1%. Ampas tahu yang terfermentasi berpengaruh terhadap survival rate, tetapi tidak memberikan perbedaan yang nyata. Kesimpulannya, maggot BSF menunjukkan kadar protein tertinggi pada konsentrasi yogurt 0,1%. Maggot BSF yang tumbuh pada konsentrasi yogurt 0,5% menunjukkan bobot dan densitas populasi tertinggi.