P Widiyaningrum
Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI KEEFEKTIFAN SEDIAAN SALEP EKSTRAK DAUN Crescentia cujete TERHADAP LUKA SAYAT TIKUS (Rattus norvegicus) A Previanda; D R Indriyanti; P Widiyaningrum; N Subekti
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun Crescentia cujete merupakan tanaman yang berpotensi membantu proses penyembuhan luka. Ekstrak daun C.cujete mengadung saponin, flavonoid, alkaloid, tannin, dan steroid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak daun C.cujete dengan sediaan salep terhadap keefektifan proses penyembuhan luka sayat insisi (Rattus norvegicus) Wistar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan post test , sebanyak 25 (R.norvegicus) wistar disayat dan dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu K- (pure Vaseline), K+ (povidon iodine), KP1 (salep ekstrak daun C.cujete 3%), KP2 (salep ekstrak daun C.cujete 6%), dan KP3 (salep ekstrak daun C.cujete 9%). Pengamatan proses penyembuhan luka dilakukan menggunakan penilaian skala REEDA serta dilakukan pengukuran panjang luka, pengamatan dan pengukuran dilakukan selama 13 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan salep daun C.cujete efektif membantu proses penyembuhan luka sayat (R.norvegicus) wistar. Dosis salep yang paling efektif terdapat pada konsentrasi 6%. Hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi penting mengenai potensi ekstrak daun C.cujete dalam membantu mempercepat penyembuhan luka sayat.
ANALISIS MORTALITAS DAN KEMAMPUAN MAKAN KUTU KANDANG Alphitobius diaperinus AKIBAT TERPAPAR EKSTRAK BIJI MAHONI DAN BIJI PEPAYA L Afifah; P Widiyaningrum
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 10 (2022)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji mahoni dan biji pepaya mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, tanin, steroid dan fenolik yang dimanfaatkan sebagai insektisida nabati. Penelitian ini bertujuan menganalisis mortalitas dan kemampuan makan Alphitobius diaperinus yang terpapar ekstrak biji mahoni dan biji pepaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Uji mortalitas menggunakan 6 perlakuan ekstrak dengan konsentrasi 0%,20%,40%,60%,80% dan 100% dengan 4 kali ulangan selama 3x24 jam. Uji penghambatan konsumsi pakan digunakan 6 perlakuan ekstrak dengan konsentrasi 0%,10%,20%,30%,40% dan 50% dengan 5 kali ulangan selama 4 minggu. Data mortalitas di analisis deskriptif dan analisis probit untuk menentukan nilai LC50 dan LC90. Data penghambatan konsumsi pakan dianalisis menggunakan one-way ANOVA dan uji lanjut LSD. Feeding Deterrent Index (FDI) dihitung untuk mengetahui seberapa kuat efek antifeedant dari kedua ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak biji mahoni memberi efek mortaltas lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak biji pepaya. Nilai LC50 dan LC90 ekstrak biji mahoni berturutturut 43,060% dan 47,735%. Nilai LC50 dan LC90 ekstrak biji pepaya berturutturut 70,225% dan 72,911%. Perbedaan konsentrasi ekstrak berpengaruh terhadap konsumsi pakan, dan semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka semakin tinggi pula kemampuan penghambatan pakan. Berdasarkan nilai FDI, ekstrak biji mahoni memberikan efek penghambatan konsumsi pakan kategori sedang, sedangkan ekstrak biji pepaya memberi efek kategori rendah.