S Farida
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REDUKSI RASA PAHIT DAN SEPAT KULIT BUAH RAMBUTAN YANG AKAN DIGUNAKAN SEBAGAI BAHAN BAKU KERIPIK E Wijayanti; S Farida; U Fitriani
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rambutan merupakan buah eksotis Indonesia dimana produksinya mencapai lebih dari 600 ribu ton per tahun. Hal ini berdampak terhadap melimpahnya limbah kulit yang dihasilkan. Limbah kulit buah rambutan berpotensi untuk dimanfaatkan dalam bidang kesehatan maupun olahan pangan. Secara tradisional kulit rambutan telah digunakan sebagai obat demam dan disentri. Beberapa penelitian melaporkan bahwa kandungan senyawa flavonoid, polifenol dan saponin pada buah, biji serta kulit rambutan bermanfaat sebagai antidiabetes, antihiperkolesterol, antikanker, antioksidan serta antibakteri. Penelitian pendahuluan ini bertujuan untuk mencari metode perlakuan yang tepat untuk mengurangi rasa pahit dan sepat yang terkandung dalam kulit rambutan sebelum diolah menjadi keripik. Penelitian ini menggunakan bahan baku buah rambutan lokal. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu pada bulan Februari 2021. Optimasi pengolahan kulit rambutan dilakukan melalui perendaman larutan air kapur sirih dan garam dengan 2 konsentrasi 5 % dan 10 % serta 7 variasi perendaman. Lama waktu perendaman 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman dengan larutan garam 5% sedikit mengurangi rasa pahit, sepat namun belum optimal mengurangi intesitas rasa pahit.
FORMULASI KAPSUL EKSTRAK RAMUAN JAMU SAINTIFIK DIABETES MELITUS T F Dewi; S Farida
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ramuan Jamu Saintifik Diabetes Melitus (RJSDM) yang digunakan di RRJ Hortus Medicus merupakan jamu saintifik yang telah terbukti khasiat dan keamanannya melalui uji pra klinis dan uji klinis sehingga berpotensi untuk dikembangkan menjadi obat herbal terstandar dan fitofarmaka. RJSDM dikonsumsi oleh masyarakat dalam bentuk rebusan. Sediaan rebusan mempunyai kekurangan yaitu perlu waktu untuk penyiapan, kurang praktis untuk dibawa bepergian, tidak dapat disimpan dalam waktu yang lama, serta rasa pahit dan bau tidak enak dari rebusan tidak dapat tertutupi. Hal ini dapat mempengaruhi kepatuhan terapi pasien, oleh karena itu diperlukan pengubahan bentuk sediaan menjadi sediaan yang lebih praktis, lebih mudah disiapkan, dan lebih acceptable. RJSDM terdiri atas simplisia herba sambiloto, daun salam, kayu manis, dan rimpang temulawak. Campuran simplisia tersebut diekstrak dengan metode infusa dan diuapkan menjadi ekstrak air. Bahan tambahan yang digunakan dalam formulasi ini adalah amilum dan avicel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula F3 yang menggunakan campuran avicel 10% dan amilum 10% sebagai pengisi, merupakan formula yang paling baik karena memiliki keseragaman bobot dengan nilai coefficient variation yang paling kecil. Selain itu, F3 juga memenuhi parameter kualitas waktu alir, cemaran mikrobiologi, dan waktu hancur. Dari segi ekonomi, mengingat avicel memiliki harga yang mahal, formula F3 memungkinkan untuk menghasilkan sediaan dengan bahan yang lebih murah dan memiliki kualitas yang baik dibandingkan dengan formula yang lain. Kapsul ekstrak RJSDM memiliki bobot rata-rata 546,345 mg, waktu hancur 7 menit 2 detik, dan angka AJ ALT memenuhi syarat.