This Author published in this journals
All Journal TAZKIYAH
Awwad, Muhammad
Institut Agama Islam Negeri Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

URGENSI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Awwad, Muhammad
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia adalah makhuk ciptaan Allah yang sempurna dan dianugerahi potensi sebagai khalifah di muka bumi. Kesempurnaan yang dimiliki manusia tidak hanya dari segi fisik, akan tetapi manusia dianugerahi akal yang potensinya dapat melampui batas kemampuan yang dimiliki oleh semua makhluk ciptaan Tuhan. Terlepas dari cacat fisik, seperti anak berkebutuhan khusus. Faktaempiris membuktikan bahwa begitu banyak anak berkebutuhan khusus yang sudah menunjukkan kemampuannya seperti layaknya orang-orang normal, bahkan melebihi orang-orang yang normal. Di sisi lain, anak berkebutuhan khusus juga dapat mengalami masalah-masalah psikologis seperti masalah psikologis yang dialami oleh manusia normal, yang dipandang dapat menghambat perkembangan potensinya. Berangkat dari kesadaran tersebut,tulisan ini akan mendeskripsikan karakter dan jenis anak berkebutuhan khusus disertai problem-probem psikologis yang dapat dialaminya. Selain itu, penulis juga mendeskripsikan faktor-faktor penyebab terjadinya catat fisik dan psikis pada anak berkebutuhan khusus dan bentuk-bentuk layanan bimbingan dankonseling yang dapat diberikan bagi anak berkebutuhan khsusus. Sifat bimbingan dan konseling yang tidak hanya berorientasi pada pemecahan masalah (kuratif-korektif ), akan tetapi sifat bimbingan dan konseling seperti preservatif, preventif dan developmental juga dapat diterapkan bagi anak berkebutuhan khsusus.
KONTEKS TUGAS DAN EKSPEKTASI KINERJA KONSELOR PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF HISTORIS-YURIDIS-NORMATIF Awwad, Muhammad
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keunikan konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor di seting pendidikan sebagai bagian integral dalam sistem pendidikan, sesuai dengan apa yang diamanatkan UU Nomor 20 tahun 2003 Pasal 1 ayat 6 tentang sistem pendidikan nasional. Diskursus bimbingan dan konseling di Indonesia mulai berkembang pada tahun 1960-an. Perkembangan tersebut berawal dari seting pendidikan, kemudian meluas pada lembaga-lembaga sosial dan organisasi swasta. Hal ini menjadi perbedaaan mendasar jika dibandingkan dengan sejarah kemunculan bimbingan dan konseling di Amerika. Pertumbuhan bimbingan dan konseling diAmerika berawal dari usaha Frank Parson dalam memfasilitasi pemuda Amerika untuk menggali potensi dan menyediakan layanan informasi vokasional (karir) yang berkembang akibat dari revolusi industri. Keberhasilan kinerja Frank Parson kemudian mengilhami pemerintah Amerika untuk memasukkan layananbimbingan dan konseling ke dalam seting pendidikan. Jesse B. Davis adalah pelopor yang mengembangkan layanan bimbingan dan konseling ke ranah pendidikan. Dalam konteks Indonesia peran penting konselor dalam mensuport perkembangan, prestasi peserta didik, dan mempersiapkan kesuksesan dibidang karir, hal ini terbukti dengan semakin meluasnya peran konselor dalam dunia pendidikan. Misalnya, kurikulum 2013 yang mengamanatkan program peminatan yang harus diampu oleh konselor. Selain itu, lembaga-lembaga dinas sosial, dan organisasi swasta juga memberikan kepercayaan kepada konseloruntuk dapat memberikan pelayanan. Terbukti secara mendadak kebutuhan konselor semakin meningkat tidak hanya pada seting pendidikan, akan tetapi di tempat-tempat rehabilitasi dan lembaga-lembaga lainnya. Kebutuhan-kebutuhan yang dimaksud seperti konselor pendidikan, konselor anak usia dini, konselor krisis, dan konselor lansia.