Data Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) 2018, 2,78 juta pekerja meninggal setiap tahun karena kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, 2,4 juta (86,3%) dari kematian ini dikarenakan penyakit akibat kerja dan 380.000 (13,7%) dikarenakan kecelakaan kerja, menurut penelitian Ginanjar, dkk (2018) dengan judul Analisis Risiko Ergonomi Terhadap Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Pekerja Konveksi di Kelurahan Kebon Pedes kota Bogor Tahun 2018 yang dilakukan pada 98 pekerja konveksi didapatkan 77,8% pekerja dengan tingkat risiko ergonomi kategori tinggi. Penelitian ini bertujuan diketahuinyatingkat risiko ergonomi pada pekerja tenun ikat di kelurahan Tuan Kentang Kota Palembang tahun 2019. Penelitian ini dilaksanakan pada 26-29 Juli 2019. Desain penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan metode observasional. Populasi penelitian ini pekerja tenun ikat diKelurahan Tuan Kentang Kota Palembang dengan jumlah sampel pekerja berjumlah 44 orang dan cara pengambilan sampel dengan cara total sampling. Pekerjaan membuat kain tenun memiliki tingkat risiko ergonomi ringan hingga sangat tinggi dengan rentang skor REBA 6-11, berdasarkan hasilanalisis univariat didapatkan sebanyak 44 responden (100%) yang bekerja dengan tingkat risiko ergonomi sedang, 31 responden (70.5%) usia tua, 25 responden (56,8%) laki-laki, sebanyak 25 responden (56.8%) bekerja dengan durasi lama, 32 responden (72,7%) dengan masa kerja lama, tidak ada responden yang bekerja dengan mengangkat beban berat (0%), 44 responden (100%) dengan frekuensi gerakan berulang berisiko, dan 44 responden (100%) dengan postur berisiko. Diharapkan kepada para pemilik usaha ataupun pembina pekerja tenun dapatlebih memperhatikan keselamatan dan kesehatan pekerja terutaman di bidang ergonomi dengan menyediakan kursi kerja yang memiliki sandaran dan dengan ketingian yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pekerja.