Cindy Okvidwianza
Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan STIK Bina Husada Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGALAMAN IBU DALAM MENGHADAPI SIBLING RIVALRY DENGAN JARAK KELAHIRAN 2 TAHUN SAMPAI 7 TAHUN DI PUSKESMAS 23 ILIR PALEMBANG TAHUN 2019 Cindy Okvidwianza; Sutrisari Sabrina Nainggolan
Jurnal Kesehatan Bina Husada Vol 13 No 01 (2021): Jurnal Kesehatan Bina Husada
Publisher : Stikes Bina Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sibling rivalry adalah kompetisi antara saudara kandung untuk mendapatkan cinta kasih, afeksi, dan perhatian dari satu kedua orang tuanya, atau untuk mendapatkan pengakuan atau suatu yang lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman ibu dalam menghadapi sibling rivalry dengan jarak kelahiran 2 tahun sampai 7 tahun di puskesmas 23 ilir Palembang tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam dan observasi untuk menggambarkan pengalaman ibu dalam menghadapi sibling rivalry dengan jarak kelahiran 2 tahun sampai 7 tahun di puskesmas 23 ilir Palembang tahun 2019, selanjutnya dilakukan analisis dengan menggunakan Colaizzi dan keabsahan data menggunakan rigour dan trustwortines. Berdasarkan hasil penelitian, tanda anak mengalami sibling rivalry merupakan cara anak untuk menunjukkan bahwa anak ingin selalu terus diperhatikan dan penyebab dari anak yang mengalami sibling rivalry karena mereka takut akan terbaginya kasih sayang orang tua mereka. Cara orang tua menghadapi sibling rivalry yaitu dengan memberikan pengertian sebaik mungkin yang mudah dipahami oleh anak. Hambatan saat menghadapi sibling rivalry pasti akan tetap ada, walaupun dengan berbicara pelan. Cara ibu mengatasi hambatan yang ditemukan saat menghadapi anak sibling rivalry yaitu dengan mencoba untuk memberikan penjelasan kepada anak.Perasaan ibu saat menghadapi anak-anaknya karena sulitnya untuk memberitahu anak agar tidak lagi berbuat sesuatu terhadap saudaranya. Diharapkan untuk puskesmas agar meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dalam menghadapi sibling rivalry pada anak yang melibatkan keluarga terutama orang tua. Serta diharapkan ibu untuk bisa menerapkan apa yang diinformasikan petugas kesehatan ke kehidupan sehari-hari dalam menghadapi anak-anaknya dengan sibling rivalry.