Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMAHAMAN HADIS TENTANG DAJJAL Wali Wardi; Sulidar Sulidar; Mardian Idris
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/scp.v1i1.411

Abstract

Kedahsyatan fitnah akhir zaman yang dibawa dajjal ini tentu mengharuskan setiap muslim mengenal ciri dan keberadaannya. Sumber informasi yang paling akurat adalah teks-teks Alquran dan hadis Nabi. Dalam Hadis Nabi dijumpai redaksi yang cukup variatif, ada yang menyebutkan dajjal cukup detail, mulai dari ciri-ciri, kekuatan hingga kematiannya. Namun, juga ada yang menggambarkan secara umum saja. Abu Fatah al-Adnani menjelaskan bahwa tanda-tanda kemunculan sosok Dajjal sebagai fitnah akhir zaman, yakni terjadinya kerusakan bertumpuk-tumpuk, kezaliman bertindih-tindih, kesyirikan merajalela, dan kemungkaran sulit dibendung. Kebenaran sulit dibedakan dari kebatilan, halal dan haram sulit dipisahkan. Hal yang baik bercampu baur dengan hal yang buruk. Pada kebanyakan manusia, hati nurani mereka telah rusak dan terkontaminasi. Akibatnya mereka tertipu, terpedaya oleh arus fitnah yang ada. Pada saat itu manusia mudah tergoncang, bahkan karena beratnya fitnah yang dihadapi manusia, ada diantara mereka yang di waktu pagi beriman namun pada waktu sorenya mereka telah menjadi kafir. Berdasarkan pada pokok masalah yang dipaparkan dalam latar belakang masalah maka jenis penelitian ini adalah library research menggunakan pendekatan penelitian dengan menggunakan metode kualitatif atau dengan metode pustaka dimana penelitian dilakukan menarik referensi dari penelitian-penelitian sebelumnya dan dipadukan dalam paradigma penulis agar menjadi sebuah penelitian baru yang berkembang. Sumber primer penelitian ini kitab Hadis karya Muhammad bin Ismail bin Ibrahim atau Imam Bukhari dalam Shahih Bukhari, yang diterbitkan di Beirut Dar al-Kutub Tahun 1989 Jilid II Nomor Hadis 1745 . Sebagai tuntunan alur skripsi yang dibuat dalam mengkaji Pemahaman Hadis tentang Dajjal. Sebagai sumber sekunder penelitian penulis menggunakan Kitab Fathul Al Bari bi Syarh Shahih Bukhari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani yang duterbitkan di Beirut : Dar al-Kutub, 852 H/1449 M. Sosok dajjal secara eksplisit disebutkan dalam Hadis nabi namun sampai saat ini kita belum mengetahui wujud atau bentuk nyatanya, sosok dajjal sering di personifikasikan sebagai musuh terbesar umat Islam, dan dalam kitab Fathub Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani banyak menceritakan menganai dajjal, sehingga penulis menjadikan kitab ini sebagai sumber sekunder pendukung dari sumber primer.
INFORMATION LITERACY, DISASTER FIQH, AND POLICY ADVOCACY: A STUDY OF NAHDLATUL ULAMA’S VISION IN NATIONAL DISASTER MITIGATION Putri Alisia Silaen; Junaidi Junaidi; Mardian Idris
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v11i1.31098

Abstract

Indonesia is a country with a highly critical vulnerability to natural disasters due to its geographical location andthe impacts of climate change. The involvement of non-state actors, such as Nahdlatul Ulama (NU), is crucial in driving responsive public policies through the articulation of Fiqh Bencana (Disaster Jurisprudence). This studyaims to analyze how NU’s theological vision on disasters is constructed and transformed into substantial political advocacy strategies, using a case study of the disaster management movement in North Sumatra in late 2025.Employing a qualitative method with in-depth interviews involving key figures from LBM-NU, LPBI-NU, Muslimat NU, GP Ansor, and the beneficiaries, this study finds that NU has successfully bridged "heavenly language" (theological ethics) and "bureaucratic language" (technocratic management) through a Civil Islam approach. The results indicate a synergistic division of roles among LBM-NU as the provider of macro-microlegal legitimacy, LPBI-NU as the tactical-institutional translator, Muslimat NU as the guardian of gender inclusivity, and GP Ansor (Bagana) as the field executors. The NU Peduli (NU Cares) movement during the disasters in late 2025 in North Sumatra serves as empirical evidence of this collaboration's effectiveness indismantling cultural fatalism and filling the gaps in the government's technocratic hegemony.