Uyek Malik Yakop
Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Aplikasi Pupuk Organik Pada Domestikasi Tanaman Ciplukan (Physalis angulata L.) Ita Indriani; Aluh Nikmatullah; Uyek Malik Yakop
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v1i2.1425

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis dan dosis pupuk organik dan interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman ciplukan (Physalis angulata L.) selama tahap domestikasi, dilaksanakan pada bulan Desember 2019 sampai Bulan Februari 2020 di Dusun Kandong Desa Lajut Kecamatam Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah pada ketinggian 93 m dpl. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental di lapangan dengan media tanam ditempatkan pada polybag. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor pertama yaitu jenis pupuk dengan 3 aras yaitu pupuk kandang ayam (J1), pupuk kandang kambing (J2) dan pupuk bio-slurry (J3). Faktor kedua yaitu dosis pupuk organik yang terdiri atas 3 aras yaitu 0,2kg/polybag (D1), 0,4kg/polybag (D2) dan (0,6kg/polybag (D3). Dari kedua faktor tersebut terdapat 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali sehingga didapatkan 45 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, jumlah cabang produktif, diameter pangkal batang, umur berbunga, umur panen, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat berangkasan basah, dan berat berangkasan kering. Data hasil percobaan dianalisis mengunakan analisis sidik ragam (Analysis of Variance/Anova) pada taraf nyata 5% dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf nyata yang sama untuk parameter yang berbeda nyata pada uji Anova. Hasil penelitian menujukan bahwa terdapat interaksi antara jenis pupuk organik (J) dan dosis pupuk organik (D) dalam mempengaruhi jumlah daun pada umur 5 MST dan 6 MST, namun tidak ada interaksi yang nyata dalam mempengaruhi parameter pertumbuhan dan hasil yang lainnya. Kombinasi jenis dan dosis pupuk organik dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman ciplukan yaitu pupuk bio-slurry (J3) dengan dosis 0,6 kg/polybag. Jenis pupuk organik tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman ciplukan kecuali pada parameter jumlah daun umur 2 MST, berat buah per tanaman dan berat berangkasan basah. Dosis pupuk organik berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 5 MST, berat berangkasan basah dan berat berangkasan kering tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan dan hasil tanaman ciplukan yang lain. Jenis pupuk organik yang sesuai untuk domestikasi tanaman ciplukan yaitu pupuk kandang ayam (J1) dan dosis yang sesuai adalah 0,2 kg/polibag (D1).
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Akibat Pemberian Beberapa Dosis Pupuk Bokashi Riza Liana; Jayaputra; Uyek Malik Yakop
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i1.2110

Abstract

Tanaman Pakcoy merupakan salah satu sayuran yang digemari oleh masyarakat karena mengandung banyak zat gizi. Peningkatan produktivitas pakcoy dapat dilakukan melalui perbaikan teknologi budidaya, salah satunya dengan melakukan pemupukan yang baik dan tepat. Salah satu pupuk organik yang mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap adalah pupuk bokashi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk bokashi yang paling tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Penelitian dilaksanakan di Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur pada bulan Juni sampai Agustus 2022. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yaitu faktor pemeberian dosis pupuk bokashi yang terdiri dari tujuh taraf perlakuan, antara lain P0 : 0 (tanpa pemberian pupuk); P1 : 15 g/polybag; P2 : 30 g/polybag; P3 : 45 g/polybag; P4 : 60 g/polybag; P5 : 75 g/polybag; P6 : 90 g/polybag. Perlakuan tersebut diulang sebanyak empat kali, sehingga secara keseluruhan perlakuan berjumlah 28 percobaan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dosis pupuk bokashi tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy, tetapi semakin tinggi dosis pupuk bokashi yang digunakan cenderung memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil yang semakin meningkat.
Kajian Komponen Ragam Genetik pada Populasi F2 Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Lahan Kering Amanah Aulia Adeputri; I Wayan Sudika; Uyek Malik Yakop
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i1.2137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya ragam aditif dan ragam dominan pada sifat-sifat kuantitatif populasi F2 tanaman jagung (Zea mays L.) hasil persilangan P8IS dengan NK212 dan NK7328. Dalam penelitian ini, digunakan metode eksperimental dengan percobaan di lapangan pada bulan April hingga bulan Oktober 2022 di Dusun Amor-Amor Desa Gumantar Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Penelitian dilakukan dua musim tanam, pada musim tanam pertama membuat hubungan kekerabatan dengan rancangan persilangan North Carolina I (NC1) dan musim kedua pengujian hasil persilangan. Rancangan yang digunakan pada percobaan ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 120 perlakuan yang berasal dari 40 tetua jantan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 2 kali, sehingga terdapat 240 unit perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) dengan model NCI. Selanjutnya dihitung ragam aditif dan ragam dominan sesuai hasil analisis ragam. Parameter yang diamati meliputi umur keluar malai, umur keluar rambut tongkol, jumlah daun per tanaman, sudut daun, tinggi tanaman, diameter batang, tinggi tanaman, umur panen, bobot tongkol lering panen, diameter tongkol, panjang tongkol, bobot berangkasan segar, jumlah daun hijau, bobot biji kering pipil per tanaman, dan bobot 1000 butir Berdasarkan hasil penelitian diperoleh sebagian besar sifat yang diamati memiliki ragam aditif yang bernilai negatif dan seluruh sifat kuantitatif yang diamati memiliki nilai ragam dominan lebih tinggi dibandingkan ragam aditif sehingga disarankan untuk perbaikannya dengan pembentukan hibrida..
Teknik Budidaya Tanaman Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) di Japan Agricultural (JA) Okinawa Laelatul Azomah; Bambang Budi Santoso; Uyek Malik Yakop
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i2.2628

Abstract

Sebagai negara tropis, Indonesia sangat berpotensi untuk pengembangan buah nanas. Jika dibudidayakan dengan baik, akan memberikan keuntungan yang cukup besar. Harga jual nanas saat ini di masyarakat tergolong sangat murah sebanding dengan kualitasnya yang kurang bagus akibat teknik budidaya yang kurang optimal. Berbeda dengan yang didapatkan di daerah Okinawa Jepang, teknik budidaya nanas sudah intensif sehingga kualitas hasilnya lebih tinggi. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pembelajaran mengenai teknik budidaya nanas yang dilakukan di JA Okinawa (Japan Agricultural Cooperatives Okinawa) Prefektur Okinawa, Jepang. Metode yang digunakan yaitu deskripsi kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan data-data dari lembaga koperasi yang terkait. Analisis data berupa analisis deskripsi kejadian. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa teknik budidaya nanas yang dilakukan di JA Okinawa dapat dikatakan sudah termasuk teknik budidaya yang maju, mulai dari pembibitan hingga penanganan pascapanen telah menggunakan peralatan modern dengan penanganan yang teliti dan intensif. Selain itu, produk olahan nanas JA Okinawa telah memenuhi standar JAS (Japanese Agricultural Standard).