A. Farid Hemon
Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertnaian, Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakter Kuantitatif dan Toleransi Beberapa Galur Tanaman Kacang Tanah yang Ditanam pada Intensitas Cahaya Rendah Addien Hidayat; A. Farid Hemon; Baiq Erna Listiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i2.3032

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter kuantitatif dan nilai indeks toleransi beberapa galur F6 tanaman kacang yang ditanam pada intensitas cahaya rendah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-September 2022 di dalam rumah plastik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)-Split Plot Design dengan faktor cekaman sebagai petak utama dan faktor galur kacang tanah sebagai anak petak. Faktor cekaman terdiri atas 2 aras perlakuan, yaitu: cekaman intensitas cahaya rendah dan tanpa cekaman, sedangkan faktor galur terdiri dari 10 aras perlakuan, yaitu: Takar-1, Domba, Bison, G2T5, G19-UI, G2D7, G3D3, G3D1, G300-II, dan G200-I. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 60 unit penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur-galur yang diteliti memiliki performa pertumbuhan dan hasil yang relatif sama, dengan nilai laju pertumbuhan cabang tertinggi ditunjukkan oleh G300-II dan nilai luas daun total tertinggi oleh Bison. Kombinasi terbaik pada kondisi cekaman intensitas cahaya rendah untuk parameter laju pertumbuhan jumlah daun dan luas daun total ditunjukkan oleh Takar-1. Berdasarkan karakter kuantitatif jumlah polong berisi dan bobot polong kering per tanaman terdapat lima galur yang nilai indeks sensitivitasnya agak toleran, yaitu G19-UI, Domba, G2T5, G2D7, dan G300-II.
Keragaman dan Prediksi Kehilangan Hasil Kedelai (Glycine max L. Merrill.) Akibat Kompetisi Gulma Teki dan Rumput-rumputan di Lahan Kering I Ketut Ngawit; A. Farid Hemon; Herni Hariani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i2.3081

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman gulma teki dan rumput-rumputan serta spesies yang paling berpengaruh menurunkan hasil tanaman kedelai di lahan kering. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik survey. Penentuan petak sampel dilakukan secara sistematik random sampling. Petak-petak sampel diletakkan pada 5 titik yang berbeda dengan ukuran 1 m x 1 m. Spesies gulma yang ditemukan pada setiap petak sampel populasinya dihitung dan masing-masing spesies didokumentasikan untuk proses identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 2 spesies gulma teki yaitu Cyperus rotondus L., dan Cyperus iria L. dan10 spesies gulma rumput-rumputan pada saat kedelai berumur 20 - 50 HST. Tujuh spesies dominan dengan nilai SDR selama tumbuh tanaman ≥ 6% - ≤ 12% dan tiga spesies gulma rumput-rumputan yaitu Brachiaria reptans L. Gardner., Axonopus compressus (Swartz.) dan Echinochloa colonum L. Link. ditemukan tidak dominan dengan nilai SDR kurang dari 1%. Daya saing dan dominansi terbobot gulma Leersia hexandra L. Sw., Cyperus Rotondus L., Digitaria spp., Paspalum vaginatum L. Sw., Cynodon dactylon L., Cyperus iria L. dan Eleusine indica Gaertn., lebih besar dibandingkan dengan spesies gulma lainnya, sehingga mampu menghilangkan hasil bobot kering kedelai selama tumbuh tanaman sebanyak 2-5%. Ketujuh spesies gulma ini, harus dikendalikan sejak awal pertumbuhan kedelai, karena mampu mendominansi areal pertanaman dengan keragaman, penyebaran dan kelimpahan yang tinggi. Gulma Brachiaria reptans L. Gardner., Axonopus compressus (Swartz.) dan Echinochloa colonum L. Link., keberadaannya pada tanaman kedelai menyebabkan kehilngan hasil tanaman kedelai sangat rendah, yaitu kurang dari 1%.