Uyek Malik Yakop
Program Studi Agroekoteknololgi, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Respon Pertumbuhan dan Hasil Brokoli (Brassica Oleracea L.) pada Berbagai Dosis Pupuk Kandang Kambing dan Pupuk NPK di Dataran Medium Iin Puspitaeni; Nurrachman; Uyek Malik Yakop
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i3.3569

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui respon perlakuan berbagai dosis pupuk kandang kambing dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli (Brassica oleracea L.). Metode yang digunakan adalah metode eksperimental yaitu dengan melakukan percobaan di lapangan yang bertempat di Desa Lantan, Kec. Batukliang Utara, Lombok Tengah. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu: (1) dosis pupuk kandang kambing (K) yaitu K1 = 10 ton/ha, K2 = 15 ton/ha dan K3 = 20 ton/ha, (2) dosis pupuk NPK (N) yaitu: N1 = 200 kg/ha N2 = 400 kg/ha N3 = 600 kg/ha, sehingga diperoleh 9 perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Data hasil pengamatan dianalisis dengan Analysis Of Variance pada taraf nyata 5% untuk mengetahui pengaruh masing-masing perlakuan dan apabila terdapat beda nyata maka diuji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbagai dosis pupuk kandang kambing dan pupuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap laju tinggi tanaman, laju jumlah daun, laju diameter batang, warna daun, bobot bunga dan bobot brangkasan basah tanaman brokoli. Secara mandiri pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap laju tinggi tanaman, laju jumlah daun, laju diameter batang, bobot bunga dan bobot brangkasan basah. Perlakuan N2 merupakan perlakuan terbaik pada laju tinggi tanaman yaitu 0,37 cm/minggu, laju jumlah daun yaitu 0,65 helai/minggu dan laju diameter batang yaitu 0,63 mm/minggu. Sedangkan pada bobot bunga dan bobot brangkasan basah, perlakuan terbaik ditunjukkan pada perlakuan N3 dengan berat masing-masing yaitu 105,01 g/tanaman dan 669,34 g/tanaman.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Musim Hujan terhadap Perlakuan Pupuk Organik dan Phonska Plus Fahrurrozi; Nurrachman; Uyek Malik Yakop
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i3.3571

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dosis pupuk Kandang Kambing dan NPK yang optimal dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit yang ditanam di musim hujan pada tanah liat. Penelitian menggunakan metode eksperimental yang dilaksanakan di lahan desa Setenget, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Percobaan dilakukan selama 5 bulan mulai dari Desember 2022 sampai April 2023. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial 2 (dua) faktor. Faktor pertama yaitu pupuk organik yang terdiri dari tiga aras dan faktor ke dua pupuk phonska plus yang terdiri dari tiga aras. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam atau analisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf nyata 5%. Apabila terdapat berbeda nyata atau signifikan, maka dilakukan uji lanjut dengan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat pengaruh yang signifikan dari kombinasi kotoran kambing dan NPK terhadap laju pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanam dan berat buah per hektar. Kotoran kambing secara independen tidak memiliki efek nyata pada semua parameter pengamatan. Secara independen, pupuk phonska plus memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berat buah per hektar.