Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

USAHA PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis Sativa L.) MELALUI APLIKASI KOMPOS LIMBAH PASAR DAN PEREMPELAN DAUN Ryan Firman Syah; M. Rifki Lidra Pratama; Yohana Theresia Maria Astuti
Partner Vol 28, No 2 (2023): Edisi November 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v28i2.7143

Abstract

The research aims to determine the best dosage of market waste compost and the best leaf pruning in growth and production of cucumber. The research design used a complete factorial randomized design consisting of 2 factors. The first factor is the dose of market waste compost (K) consisting of namely control, 75 g, 100 g, and 125 g. The second is leaf pruning (P) consisting of namely control, 6 leaves, 8 leaves, and 10 leaves. The data were analyzed using Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The results showed no significant interaction between the organic fertilizer and leaf pruning on growth and yield of cucumber. A dose of 75 g of organic fertilizer was sufficient to significantly improve the growth and yield of cucumber, while doses of 125 g and 100 g had the same effect. Leaf pruning significantly affected fresh weight parameters and the fresh weight of cucumber roots. Key Words: market waste compost, leaf pruning, cucumber
Pengaruh Rasio NAA dan BAP terhadap Pertumbuhan Krisan (Chrysanthemum morifolium) dari Berbagai Eksplan Secara In Vitro Siti Tasrifatul Khaya; Yohana Theresia Maria Astuti; Neny Andayani
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 14 No. 1: Januari 2026
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v14i1.254

Abstract

Perbanyakan Krisan secara konvensional menjadi tantangan yang cukup berat, seperti adanya serangan hama dan penyakit serta kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Salah satu metode yang dianggap sebagai solusi ialah kultur jaringan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rasio NAA dan BAP yang tepat dalam memacu pembentukan kalus, tunas, akar dari berbagai eksplan pada kultur jaringan krisan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap 2 faktor (faktor I terdiri dari 5 aras dan faktor II terdiri dari 3 aras) dengan 5 ulangan. Analisis menggunakan aplikasi SPSS. Hasil menunjukkan interaksi nyata pada parameter berat kalus dan berat tunas. Pembentukan kalus terbaik (berat segar) diperoleh pada eksplan daun dengan rasio NAA dan BAP 2:1. Pertumbuhan tunas dipengaruhi secara signifikan oleh jenis eksplan, dengan eksplan nodus menghasilkan jumlah tunas tertinggi (1,35). Namun, semua perlakuan menunjukkan pengaruh non-signifikan terhadap pembentukan akar, yang diduga karena rasio ZPT yang digunakan belum optimal untuk induksi akar.