Atap memiliki peran penting yaitu sebagai mahkota dari sebuah bangunan dan merupakan bagian rumah yang sering terlihat mengingat keberadaannya pada tampilan utama dan di depan dari suatu bangunan. Pada era saat ini banyak ditemukan hunian dengan beragam model bentuk atap yang menarik oleh adanya perkembangan kreatifitas dari para arsitek seperti desain bentuk atap pelana yang berhasil dibuat modern ketika di bangun di perkotaan, namun dalam penciptaan suatu bentuk tersebut harus dipertimbangkan dan disesuaikan berdasarkan kondisi lingkungan mengingat bahwa negara Indonesia memiliki iklim tropis dengan curah hujan yang tinggi sehingga rentan menimbulkan permasalahan yaitu atap tidak berfungsi dengan sebagaimana semestinya. Studi preseden dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan suatu model atau kriteria desain bentuk atap yang memberikan nilai atau kesan modern dengan mempelajari objek hunian yang telah terbangun dan memiliki persamaan pada aspek kriteria bentuk yang diharapkan. Metode penelitian yang digunakan adalah model kualitatif yaitu dengan proses penelitian dengan mengumpulkan data primer dan sekunder pada saat melakukan studi preseden berupa observasi dan literatur yang kemudian data di analisa berdasarkan empat variable, yaitu perwujudan bentuk, material dan struktur serta style yang akan diwujudkan. Hasil yang diperoleh yaitu modifikasi bentuk dari atap pelana berupa adanya perbedaan sudut kemiringan pada dua bidang atap menghasilkan suatu bentuk atap yang unik serta ditunjang oleh penggunaan material bitumen asphalt memberikan suatu kesan modern pada hunian tropis.