Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas arang aktif dari cangkang melinjo (Gnetum gnemon) sebagai penyerap minyak goreng bekas. Variabel yang diteliti untuk membandingkan pengaruh proses adsorpsi minyak goreng bekas oleh adsorben arang aktif dari cangkang melinjo (Gnetum gnemon) adalah konsentrasi arang aktif dan waktu pengadukan. Pembuatan arang aktif dari cangkang melinjo (Gnetum gnemon) menggunakan metode kimia dengan aktivator ZnCl2. Hasil aktivasi arang aktif dari cangkang melinjo (Gnetum gnemon) diberi perlakuan konsentrasi ZnCl2 (20, 40, 60) % dan waktu aktivasi 12 jam pada suhu 200°C. Hasil aktivasi terbaik diperoleh pada konsentrasi 20% dengan hasil kadar air 5,64%, kadar abu 3,4%, dan serapan iodium 241,11 mg/g. Parameter mutu mengacu pada SNI 06-3730-1995 tentang persyaratan mutu dan pengujian arang aktif. Pemurnian minyak goreng bekas dengan arang aktif cangkang melinjo (Gnetum gnemon) dipengaruhi oleh konsentrasi arang dan waktu pengadukan. Hasil pemurnian minyak jelantah dengan arang aktif dilakukan dengan perlakuan konsentrasi arang aktif (5, 10, 15) % dan waktu kontak pengadukan (30, 60, 90) menit. Perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi arang aktif 15% dengan waktu pengadukan 90 menit. Efektivitas pemurnian minyak goreng dengan arang aktif cangkang melinjo (Gnetum gnemon) sebagai konsentrasi ZnCl2 20% dan konsentrasi arang aktif 15%, waktu kontak pengadukan 90 menit dengan hasil nilai kadar air 0,008% dan asam lemak sejumlah 0,5292%. Semakin banyak konsentrasi arang aktif dan semakin lama pengadukan, semakin baik hasilnya.