Penelitian ini dilaksanakan untuk mengevaluasi dampak tingkat inflasi, besaran populasi penduduk, serta Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap fluktuasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Wilayah amatan dalam studi ini difokuskan pada 35 kota dan kabupaten di Provinsi Jawa Tengah dengan rentang observasi antara tahun 2019 hingga 2024. Informasi utama yang diolah bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, yakni berupa data sekunder berwujud data panel yang menggabungkan cross section dan time series. Melalui pemanfaatan E-Views untuk prosedur regresi data panel, Random Effect Model (REM) ditetapkan sebagai pendekatan estimasi paling ideal setelah melewati tahapan evaluasi spesifikasi yang mencakup Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier. Berdasarkan pengujian hipotesis secara parsial (Uji F), dibuktikan bahwa ketiga variabel independen tersebut secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap PAD, dengan kapasitas penjelasan model mencapai 59,31%. Sementara itu, penelaahan hipotesis secara individu melalui Uji t mengindikasikan adanya kontribusi positif dan signifikan dari faktor jumlah penduduk dan PDRB terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Sebaliknya, dinamika variabel inflasi secara statistik tidak menunjukkan dampak yang berarti terhadap PAD wilayah terkait. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah perlu memformulasikan kebijakan yang berfokus pada stimulasi sektor ekonomi daerah dan pemanfaatan potensi demografi untuk mengoptimalkan penerimaan pajak dan retribusi daerah, sehingga kemandirian fiskal yang lebih baik dapat tercapai.