Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fenomena Bullying Dalam Mendorong Kebijakan Literasi Berbasis AI (Artificial Intelligence ) Pada Teknologi Media Baru Muhammad Irfan Djamzuri; Agung Putra Mulyana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6389

Abstract

Berdasarkan data UNICEF 2020, 41% pelajar berusia 15 tahun pernah mengalami perundungan setidaknya beberapa kali dalam satu bulan, Adanya Kasus Pembakaran Sekolah oleh Siswa SMP di Temanggung dipicu oleh bullying yang dialami oleh pelaku pembakaran. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong sekolah beserta Dinas Pendidikan untuk antisipasi maupun literasi penguatan anti-bullying, serta berharap kepolisian bisa professional dan menerapkan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) terhadap anak yang berkonflik dengan hukum. Pemahaman literasi bullying pada Pendidikan dirasakan kurang memadai, dengan pemahaman bullying dari Coloroso, kita dapat menyoroti pengalaman orang-orang yang ditindas, menekankan dampak emosional dan psikologis serta mendorong para saksi perundungan untuk mengambil Tindakan/intervensi dalam menumbuhkan budaya empati dan inklusi. Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) juga mengkritisi tindakan yang dilakukan oleh kepolisian dengan meng-ekspos pelaku yang masih dibawah umur. Adanya Kekerasan Antar Pribadi di Institusi Sekolah yang seharusnya sebagai tempat untuk sarana pendidikan, tetapi tidak lepas dari praktek bullying/perundungan di sekolah. Perlu adanya sebuah literasi anti-bullying yang bisa diterapkan di dunia Pendidikan. Mengatasi perundungan perlu melibatkan pendekatan yang komprehensif, termasuk pendidikan tentang etika, empati, dan menghormati perbedaan, serta penerapan kebijakan sekolah yang tegas terhadap perundungan. Peran pemerintah memiliki kekuatan besar terhadap teknologi - teknologi baru yang telah masuk dan mempengaruhi pola berfikir anak - anak. Pemerintah dapat berdiskusi langsung oleh para pemegang teknologi media baru untuk menanamkan pertahanan proses terjadinya tindakan bullying didalam system yang dirancang yang biasa kita sebut teknologi AI
The Construction of Tangerang City’s Positive Image Through Instagram as New Media at the Peh Cun Dragon Boat Festival 2025 Agung Putra Mulyana; Muhammad Irfan; Septyana Cahyadi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6892

Abstract

The emergence of new media in our lives has made communication possible anytime, anywhere, and through any communication technology. Instagram has become a key tool in supporting public communication to shape an image. The purpose of this study is to analyze how the 2025 Peh Cun Festival dragon boat race was framed positively by the Instagram account @AboutTNG. This study uses a qualitative approach with Robert N. Entman's framing analysis method. The results show that the media has framed the 2025 Peh Cun Festival, which plays a role in shaping a positive image by upholding local cultural identity. The media emphasizes community participation, the value of diversity, and the government's full support for the continuity of traditions. Thus, this festival has been represented as a positive cultural practice that needs to be supported continuously.