Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Value At Risk Dengan Menggunakan Metode Historical Simulation Dalam Sub Sektor Makanan Dan Minuman (Studi Kasus: Saham MYOR, INDF, ULTJ, ROTI Tahun 2019-2022) Sili Oktavianti; Manuel August Todingbua; Claudio Julio Mongan
Yos Soedarso Economic Journal (YEJ) Vol. 5 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Yos Soedarso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri makanan dan minuman memberikan kontribusi yang signifikan mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam penelitian ini digunakan Metode Historical Simulation karena tidak memerlukan distribusi return yang normal, dan merupakan salah satu metode pengukuran nilai risiko yang ditentukan oleh return aset yang direalisasikan. Value at Risk (VaR) adalah teknik yang digunakan dalam manajemen risiko untuk mengukur risiko. Tiga metode yang digunakan dalam VaR, yaitu Metode Parametrik (Varian Kovarian), Metode Simulasi Monte Carlo, dan Metode Simulasi Historis. Dalam penelitian ini digunakan Metode Simulasi Historis (Historical Simulation) karena tidak memerlukan distribusi return yang normal, dan merupakan salah satu metode pengukuran nilai risiko yang ditentukan oleh return aset yang direalisasikan. Berdasarkan volatilitas yang sangat kecil menandakan risiko yang kecil pada tahun 2019 sebesar -5,62% dan tahun 2020 sebesar -6,72% terjadi pada saham ULTJ. Sedangkan pada tahun 2021-2022 resiko yang kecil terjadi pada saham ROTI, yakni sebesar -6,94% dan -13,58%, hal ini sejalan dengan indikator standar deviasi yang sangat kecil yakni 0,0091 pada tahun 2019 dan 0.0131 pada tahun 2020 pada saham ROTI. Pada tahun 2021 dan tahun 2022 standar deviasi dari saham ULTJ adalah 0.0086 dan 0.0087 terkecil dari ketiga saham lainnya.
Analisis Rasio Keuangan untuk Menilai Kinerja Keuangan pada Perusahaan Tembakau Tbk di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019–2023 Barto Sikona; Johannes Baptista Halik; Claudio Julio Mongan
Jurnal Sains dan Ilmu Terapan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Sains dan Ilmu Terapan
Publisher : Politeknik Kampar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59061/jsit.v8i1.956

Abstract

This study analyzes the financial performance of tobacco companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2019-2023 period using financial ratio analysis. The ratios used include liquidity, solvency, activity, and profitability. The results showed that the liquidity ratio decreased, with the Current Ratio falling to 63.94% in 2023, indicating potential difficulties in meeting short-term obligations. In contrast, the solvency ratio improved, marked by a decrease in the Debt to Equity Ratio (DER) from 80.50% in 2020 to 40.82% in 2023, indicating lower dependence on debt. Activity ratios also showed improved efficiency, with total asset turnover rising to 54% in 2023. In terms of profitability, Return on Assets (ROA) increased to 4.81% and Net Profit Margin (NPM) reached 8.87%, indicating better financial management. Overall, the company experienced fluctuations in financial performance, with challenges on liquidity but improvements on solvency, activity, and profitability. These findings can be taken into consideration for investors and management in financial decision-making.
Analisis Kelayakan Investasi Pembangunan Jalur Transportasi Rel Kereta Api Maros-Parepare Asriel Padatu; Benyamin Mongan; Claudio Julio Mongan
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13200

Abstract

Pembangunan jalur kereta api Maros-Parepare merupakan bagian dari pengembangan jaringan Kereta Api Trans Sulawesi yang diharapkan memperkuat konektivitas, mobilitas masyarakat, dan aktivitas ekonomi di Sulawesi Selatan. Besarnya investasi publik pada proyek tersebut menuntut evaluasi yang dapat menunjukkan keseimbangan antara manfaat dan biaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan investasi pembangunan Jalur Kereta Api Maros-Parepare menggunakan pendekatan Benefit Cost Ratio (BCR) serta mendeskripsikan kondisi operasional yang berkaitan dengan pencapaian manfaat proyek. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif evaluatif dengan data sekunder dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Badan Pusat Statistik, dokumen operasional proyek, dan literatur ilmiah. Data yang dianalisis mencakup biaya investasi, biaya operasional, jumlah penumpang, tarif, pendapatan operasional, dan manfaat ekonomi yang tersedia dalam dokumen penelitian. Hasil analisis menunjukkan total benefit sebesar Rp2.150.870.000.000 dan total cost sebesar Rp9.148.000.000.000 selama periode proyeksi 50 tahun, sehingga diperoleh BCR sebesar 0,235. Nilai tersebut berada di bawah batas kelayakan 1, sehingga proyek belum memenuhi kriteria kelayakan ekonomi berdasarkan rasio manfaat-biaya yang dihitung. Meskipun demikian, data operasional menunjukkan jumlah penumpang meningkat dari 150.000 pada 2023 menjadi 228.868 pada 2025. Temuan ini menunjukkan adanya pemanfaatan layanan, tetapi manfaat yang terukur dalam analisis belum sebanding dengan besarnya biaya proyek. Implikasi penelitian menekankan pentingnya peningkatan utilisasi, pengembangan angkutan barang, integrasi antarmoda, dan evaluasi dengan NPV, IRR, serta analisis sensitivitas.
Investor Risk Behavior Moderation in Financial Literacy on Millennial Investment Decisions Claudio Julio Mongan; Johannes Baptista Halik; Kristian Hoegh Pride Lambe; Irdawati
Jurnal Nusantara Aplikasi Manajemen Bisnis Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Nusantara Aplikasi Manajemen Bisnis
Publisher : UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/nusamba.v10i2.24968

Abstract

Research aim : This study examines the moderating role of investor risk behavior in the relationship between financial literacy and investment decisions among millennials. Design/Methode/Approach : A quantitative approach was employed, collecting data from 96 millennial investors through a structured survey. Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) was utilized to analyze both direct and indirect relationships among variables. Research Finding : The findings indicate that financial literacy does not significantly influence investment decisions. However, financial literacy has a positive and significant impact on investor risk behavior, which, in turn, significantly influences investment decisions. Furthermore, investor risk behavior moderates the relationship between financial literacy and investment decisions in a positive and significant manner. Theoretical contribution/Originality : These results highlight the critical role of risk behavior as both a mediating and moderating mechanism in leveraging financial literacy for improved investment decision-making. Practitioner/Policy implication : The study's practical implications suggest that financial literacy programs should not only focus on enhancing knowledge but also on fostering risk management skills to support informed investment choices. Research limitation : This study is limited by its relatively small sample size and geographic focus on Makassar City, which may restrict the generalizability of the findings to broader populations. Additionally, the cross-sectional design captures only a snapshot of behavior, making it difficult to infer long-term patterns or causal relationships.