Latar Belakang: DBD merupakan salah satu masalah kesehatan utama diIndonesia karena jumlah penderita dan luas daerah penyebarannya semakinbertambah seiring dengan mobilitas dan kepadatan penduduk. Keterlambatandeteksi dini gejala awal DBD dapat mengakibatkan resiko syok dan kematiankarena terlambat dalam perawatan. Perawat merupakan ujung tombak dalampelayanan kesehatan, kemampuan berfikir kritis dalam keperawatan mengujiketrampilan berfikir perawat tentang berbagai alasan rasional sebelum mengambilkeputusan dalam asuhan keperawatan untuk menyelesaikan masalah.Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yangberpengaruh terhadap kemampuan berfikir kritis perawat dalam deteksi dini DBDdi Pelayanan Kesehatan Kabupaten Klaten.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatifdengan pendekatan cross sectionaldengan populasi perawat yang bekerja RS danPuskesmas di wilayah Kabupaten Klaten. Pengambilan sampel menggunakanConsecutive Sampling dengan jumlah 45 sampel. Pengambilan data dilakukandengan menggunakan instrument berupa koesioner yang telah dilakukan ujivaliditas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square danSpearman Rho.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar respondenberjenis kelamin perempuan sebanyak 82,2%, dengan umur sebagian besar dalamkategori dewasa awal (51,1%), lama bekerja sebagian besar 5-10 tahun (51,1%),sebagian besar memiliki kemampuan berpikir kritis kurang (68,9%). Tidak adahubungan antara jenis kelamin, usia, lama bekerja dan instansi tempat bekerjadengan kemampuan berpikir kritis perawat dalam deteksi dini DBD dengan pvalue> 0.5.