Dorotia Masi Daen
Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Kupang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PREVALENSI INFEKSI SALURAN KEMIH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI RSUD PROF. DR. W. Z JOHANNES KUPANG TAHUN 2021 Ni Made Susilawati; Marni Tangkelangi; Dorotia Masi Daen
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 3 (2022): Oktober: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v1i3.290

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan suatu respon inflamasi dari sel uroepitelium yang dikarenakan adanya invasi bakteri yang ditandai bakteriuria dan leukosituria. Penyakit diabetes melitus (DM) mengakibatkan komplikasi makrovaskular yang sering terjadi diantaranya adalah infeksi. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui prevalensi infeksi saluran kemih (ISK) pada penderita diabetes melitus di RSUD Prof. Dr. W. Z Johannes Kupang tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dari data sekunder yang ada di RSUD Prof. Dr. W. Z Johannes Kupang tahun 2021. Variabel dalam penelitian ini adalah prevalensi infeksi saluran kemih (ISK) pada penderita diabetes melitus berdasarkan karateristik (jenis kelamin, umur, lama menderita DM dan bakteri yang menginfeksi saluran kemih). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien infeksi saluran kemih (ISK) pada penderita diabetes (DM) di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes tahun 2021. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder pasien infeksi saluran kemih (ISK) pada penderita diabetes tahun 2021. Hasil penelitian menunjukan prevalensi infeksi saluran kemih (ISK) pada penderita diabetes melitus di RSUD Prof. Dr. W. Z Johannes Kupang Tahun 2021 sebanyak 11,1%. Jumlah kasus Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada Penderita DM berdasarkan jenis kelamin tertinggi pada perempuan sebanyak 38 orang (67,7%), umur tertinggi pada usia lansia antara 46-65 tahun sebanyak 27 orang (49,1%), lama menderita DM tertinggi pada kisaran 1-10 tahun sebanyak 36 orang (63,2%) dan bakteri yang paling dominan adalah Escherichia coli dari golongan Gram negatif 8,78%.