Rumah Sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan berkewajiban untuk memberi pelayanan yang maksimal. Mutu pada bidang pelayanan merupakan suatu alat ukur keperluan konsumen atas pemberian jasa untuk mengetahui seberapa banyak keuntungan yang akan didapatnya dengan biaya yang efisien supaya konsumen yang dalam hal ini adalah pasien rawat jalan bisa memperoleh pelayanan kesehatan. Mutu pelayanan kesehatan terbagi atas lima dimensi diantaranya, bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan serta empati. Observasi awal yang dilakukan peneliti mendapati bahwa untuk memperoleh pelayanan kesehatan, pasien perlu menunggu lama karena panjangnya antrean di rumah sakit. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud untuk mengetahui gambaran mutu jasa pelayanan kesehatan sesuai dengan lima dimensi mutu pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum GMIM Pancaran Kasih Manado. Metode penelitian yang dipakai yakni pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian berjalan dari bulan Maret hingga Agustus 2023. Sampel penelitian berjumlah 96 pasien yang dibawa dengan metode accidental sampling. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa dimensi bukti fisik (tangibility) terkategori baik dengan persentase 95,8% dimensi kehandalan (reliability) terkategori baik dengan persentase 99.0%, dimensi daya tanggap (responsiveness) terkategori baik dengan persentase 96,9%, dimensi jaminan (assurance) terkategori baik dengan persentase 99,0% dan dimensi empati (empathy) terkategori baik dengan persentase 99,0%. Pada penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan yakni, secara keseluruhan mutu jasa pelayanan kesehatan pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum GMIM Pancaran Kasih Manado terkategori baik.