Evi Evi
Program Studi Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN MEMAKAI MEDIA SOSIAL DENGAN KEJADIAN DEPRESI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNTAR ANGKATAN 2021 Ivan Santiago; Evi Evi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.21150

Abstract

Zaman sekarang hampir seluruh individu mengakses media sosial secara online melalui komputer, ponsel pintar (handphone), laptop, tablet, dan media elektronik lainnya, khususnya para remaja. Hampir 4,2 miliar dari total populasi dunia telah menggunakan media sosial untuk berbagai tujuan terutama berkomunikasi satu sama lain. Berdasarkan data Global Digital Reports tahun 2021, Indonesia memiliki jumlah pengguna media sosial yang mencapai 170 juta. Media sosial sendiri memiliki banyak dampak positif dan negatif, salah satu dampak negatif yang dapat terjadi adalah depresi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai intensitas penggunaan media sosial terhadap kejadian depresi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumangara Angkatan 2021. Desain dari penelitian ini adalah analitik cross-sectional dengan sampel yang dipilih secara consecutive non-random sampling dan bersedia menjadi responden penelitian. Pengumpulan data penelitian dikumpulkan melalui pengisian kuesioiner Social Networking Time Use Scale dan Hospital Anxiety and Depression Scale. Hasil penelitian pada total 160 responden dan didapatkan nilai p-value 0,727 yang menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara intensitas dari penggunaan media sosial dengan kejadian depresi, hal ini dapat dikarenakan penelitian ini hanya menilai tingkat intesitas penggunaan media sosial tanpa melakukan penilaian pada aspek motivasi dan tujuan penggunaan media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa lamanya penggunaan sosial media bukan menjadi faktor penentu dalam angka kejadian depresi itu sendiri.