Chrismerry Song
Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONTAMINASI GEOHELMINTIASIS PADA LALAPAN KUBIS WARUNG MAKAN DI SEKITAR GRAND INDONESIA Monika Wulan Siswadi; Chrismerry Song
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.21232

Abstract

Geohelmintiasis atau infeksi oleh soil-transmitted helminths (STH) merupakan salah satu infeksi yang cukup sering terjadi di dunia. Berdasarkan data penyebaran yang ada dalam PERMENKES RI, di Indonesia terdapat 2,5-62% kasus infeksi kecacingan dengan prevalensi yang berbeda-beda pada setiap daerah.  Penularan dari infeksi ini terjadi melalui tanah yang terkontaminasi. Dampak yang dapat muncul dari infeksi ini seperti anemia, gangguan kognitif, hingga gangguan tumbuh kembang secara khusus pada anak-anak. Beberapa faktor risiko yang berperan yaitu higiene, sanitasi lingkungan, dan perilaku mencuci sayur lalapan seperti kubis. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kontaminasi STH pada lalapan kubis di warung makan sekitar Grand Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif cross-sectional, dengan teknik pengambilan sampel secara consecutive non-random sampling. Sampel penelitian berupa lalapan kubis yang akan diperiksa di bawah mikroskop dengan teknik flotasi, pengisian kuesioner oleh penjual, dan observasi langsung pada 80 warung makan. Hasil penelitian menunjukkan tidak ditemukan kontaminasi STH pada lalapan kubis, sebanyak 35% (28/80) penjual memiliki perilaku mencuci sayuran yang baik, 85% (68/80) penjual memiliki higiene baik, dan 88,75% (71/80) warung dengan sanitasi baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ditemukan kontaminasi STH pada lalapan kubis pada warung makan di area sekitar Grand Indonesia, namun masih ada faktor risiko dalam terjadinya transmisi penyakit oleh STH.