Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi hubungan antara depresi dan sejauh mana siswa terlibat dalam proses tersebut. belajar di SMA Negeri 1 Minggir, Sleman. Sampel penelitian terdiri dari 136 siswa yang dipilih secara menyeluruh. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Penelitian ini telah diuji untuk memastikan validitas dan reliabilitasnya. Analisis statistik menggunakan uji Spearman dilakukan untuk mengevaluasi korelasi antara tingkat depresi dan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Jika nilai p kurang dari 0,05, menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut.Dari hasil analisis, didapatkan nilai p sebesar 0,454, yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dan keterlibatan siswa dalam proses belajar di SMA Negeri 1 Minggir. Oleh karena itu, hipotesis penelitian ini harus ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tidak ada hubungan antara depresi dan tingkat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Minggir, Sleman. Temuan ini menunjukkan bahwa depresi tidak berpengaruh secara langsung terhadap tingkat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran di sekolah tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperluas pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan siswa di sekolah. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyelidiki faktor-faktor lain yang mungkin berperan dalam keterlibatan siswa yang mengalami depresi pada usia remaja.