El Rahmayati
2Program Studi D3 Keperawatan Tanjungkarang, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DETEKSI DINI RISIKO MALNUTRISI PADA ANAK DENGAN TUBERCULOSIS MENGGUNAKAN SCREENING TOOLS: STRONGKids Ayu Riska Nur Suci Ayu; El Rahmayati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.21479

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi yang dapat menimbulkan penurunan berat badan dan penyusutan tubuh. Kasus TBC di Indonesia adalah 354 per 100.000 penduduk, yang artinya setiap 100.000 orang di Indonesia terdapat 354 orang di antaranya yang menderita TBC. Pasien tuberkulosis paru mengalami penurunan status gizi, sehingga dapat menyebabkan malnutrisi. Faktor penunjang yang berkaitan dengan status gizi pada pasien tuberkulosis paru adalah tingkat kecukupan zat gizi terutama pemenuhan kebutuhan energi dan protein, kebiasaan makan pasien dan jangka waktu orang tersebut terkena tuberkulosis paru. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat gambaran risiko malnutrisi pada Anak dengan TBC. Metode: penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Penentuan sampel ditentukan secara accidental sampling dengan kriteria inklusi anak yang berusia 1 tahun sampai 10 tahun, anak dengan TBC aktif ataupun riwayat TBC. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan layak etik dari Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang dengan Nomor: 345/KEPK-TJK/V/2023. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat. Instrumen pada penelitian ini menggunakan instrumen STRONGkids. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 anak (25%) memiliki risiko tinggi mengalami malnutrisi. Risiko sedang untuk mengalami malnutrisi sebanyak 14 anak (70%) dan risiko ringan sebanyak 1 anak (5%). Responden pada penelitian terbagi menjadi anak dengan Tuberculosisi aktif (5%) dan susp Tuberculosis 15 anak (75%). Simpulan: Anak dengan status Tuberculosis aktif memiliki risiko tinggi mengalami malnutrisi dan risiko sedang mengalami malnutrisi pada anak dengan susp Tuberculosis.