Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Traffic Density Prediction Model At Loading Terminal Using Discrete Simulation Method Quantitative Approach Kristin Anita Indriyani; Ely Sulistiyowati; Indah Nurhidayati
Nama Jurnal Akmi Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Sitektransmar November 2023
Publisher : LPPM AKMI SUAKA BAHARI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51578/j.sitektransmar.v5i2.75

Abstract

Traffic density at the port loading terminal is a critical factor affecting the port's operational efficiency and overall performance. To overcome the challenges of the complexity of the traffic system at the port terminal, a discrete simulation approach is adopted in this study. A quantitative approach is used to collect data and accurately model traffic processes. This study aims to develop a predictive model of traffic density at Tanjung Emas port loading terminals using a discrete simulation methods quantitative approach. The results showed that the resulting traffic density prediction model has high accuracy and can be used as a predictive tool to assist decision-making in optimizing port loading terminal operations
Mengkaji Dampak Pola Pendidikan Vokasi Kemaritiman Pada Self Efficacy Taruna Siap Prala Ely Sulistiyowati; Desy Yuli Aryani; Fitri Suprapti; Kholid Mawardi; Muchammad Rully Sjahirul Alim
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 9 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i9.2780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-efficacy terhadap kesiapan taruna dalam menghadapi Praktik Laut (Prala) pada konteks pendidikan vokasi kemaritiman. Prala merupakan tahap krusial dalam pendidikan kemaritiman yang memerlukan kesiapan mental dan kompetensi yang memadai. Self-efficacy, atau keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya, dihipotesiskan memiliki peran signifikan dalam menentukan tingkat kesiapan taruna. Objek penelitian ini adalah 200 taruna semester 4 yang akan melaksanakan Prala dari empat kampus maritim di Semarang. Pemilihan taruna semester 4 didasarkan pada pertimbangan bahwa mereka berada pada tahap kritis persiapan menjelang pelaksanaan PRALA. Keempat kampus yang menjadi lokasi penelitian dipilih untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang kondisi pendidikan vokasi kemaritiman di Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), dan observasi partisipatif. Wawancara mendalam dilakukan dengan taruna terpilih untuk menggali persepsi mereka tentang self-efficacy dan kesiapan menghadapi Prala. FGD dilaksanakan untuk memperoleh pemahaman kolektif tentang tantangan dan harapan taruna terkait Prala. Observasi partisipatif dilakukan untuk mengamati perilaku dan interaksi taruna dalam konteks persiapan Prala. Analisis data menggunakan metode analisis tematik, di mana transkrip wawancara dan FGD serta catatan observasi dikoding dan dikelompokkan ke dalam tema-tema utama. Triangulasi data dilakukan untuk memastikan validitas dan reliabilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan yang kompleks antara self-efficacy dan kesiapan taruna menghadapi Prala. Temuan utama mengindikasikan bahwa tingkat self-efficacy yang tinggi cenderung berhubungan dengan kesiapan yang lebih baik, namun faktor-faktor kontekstual seperti dukungan institusi dan pengalaman praktik sebelumnya juga memainkan peran penting. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan utama yang dihadapi taruna dalam mempersiapkan diri untuk Prala, serta strategi coping yang mereka gunakan. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan program intervensi yang holistik untuk meningkatkan self-efficacy taruna sebagai bagian dari persiapan Prala. Rekomendasi meliputi penyusunan program mentoring, pelatihan manajemen stres, dan peningkatan exposure terhadap lingkungan kerja maritim sebelum Prala. Penelitian ini juga menyoroti perlunya pendekatan yang lebih personal dalam mempersiapkan taruna, mengingat variasi individual dalam tingkat self-efficacy dan kebutuhan persiapan.
Implementasi ISPS Code di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Kristin A. Indriyani; Ely Sulistiyowati; Prapti Utami; Mitha R. Pratiwi; Niken D. Rosita
Saintara: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim Vol 8 No 2 (2024): SAINTARA (September 2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Akademi Maritim Nusantara Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52475/saintara.v8i2.301

Abstract

Implementasi International Ship and Port Facility Security (ISPS Code) di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang diterapkan sebagai kewajiban terhadap pemenuhan aturan dari International Maritime Organization (IMO). Latar belakang penerapan ISPS Code terkait dengan serangan terorisme pada 11 September 2001. ISPS Code di Indonesia mulai diterapkan sejak Juli 2004. Keberhasilan penerapan ISPS Code perlu dukungan dari pihak terkait. Data penelitian terkait implementasi ISPS Code di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang disimpulkan berbagai kendala diantaranya kualitas sumber daya manusia baik awak kapal dan petugas keamanan pelabuhan, Pada penelitian ini digunakan metode Threats, Opportunities, Weakness dan Strength (TOWS) Matrix. Berdasarkan hasil observasi partisipatif dan observasi tidak langsung serta wawancara semi terstruktur maka diperoleh informasi terkait penerapan ISPS Code dimana strategi Kekuatan-Peluang yang diterapkan oleh instansi di area Pelabuhan Tanjung Emas Semarang diantaranya dengan cara meningkatkan kualitas sarana prasarana sebagai pendukung penerapan ISPS Code; regulasi yang elas terkait penerapan drill; pemantauan Port Facility Security Plan (PFSP) yang bisa dilaksanakan secara online serta pemberian pelatihan terus menerus pada sumber daya manusia terkait. Strategi Kekuatan-Ancaman diantaranya dengan meningkatkan kesadaran terkait penerapan ISPS Code dengan dukungan finansial dan drill yang rutin. Pada penerapan strategi Kelemahan-Peluang diantaranya meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan drill, penerapan regulasi terkait barang bawaan, pengawasan audit internal dan konsistensi perbaikan sarana prasarana pada fasilitas pelabuhan. Strategi Kelemahan-Ancaman diantaranya melaksanakan drill sesuai dengan jadwal dan sinergi antar instansi dalam pengawasan terhadap barang bawaan.