Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Produktivitas pada Proses Building Tyre Menggunakan Work Sampling Method (Studi Kasus: PT. PN Balikpapan) Tri Apriana Siagian; Vridayani Anggi Leksono
Journal of Industrial Innovation and Safety Engineering (JINSENG) Vol 1 No 2 (2023): JINSENG Volume 1 Nomor 2 Juli 2023
Publisher : Fakultas Rekayasa dan Teknologi Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/jinseng.v1i2.780

Abstract

PN Balikpapan merupakan salah satu support office yang bergerak dalam bidang overhaul alat berat sebagai pendukung kegiatan pertambangan disemua operating sites. Penelitian ini dilakukan disalah satu departemen yaitu departemen Tyre Production (TRP) dimana TRP memiliki tugas melakukan repair dan retread tyre untuk support all site PT. PN. Diketahui pada periode Januari s/d Juli 2022 target produksi tyre tidak tercapai, jumlah aktual tyre yang diproduksi perusahaan tidak sama dengan plan yang telah ditetapkan perusahaan. TRP memiliki banyak pesanan perbaikan ban, kemudian mengakibatkan semakin tingginya target produksi yang harus dicapai oleh operator. Untuk meningkatkan produktivitas tersebut maka perlu dilakukannya pengukuran produktivitas kerja usaha-usaha untuk menetapkan waktu baku yang dibutuhkan guna menyelesaikan suatu pekerjaan. Salah satu metode pengukuran terdiri dari membuat sejumlah besar pengamatan tentang aktivitas kerja mesin, proses, atau karyawan dengan menggunakan metode work sampling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu normal dan waktu standar, persentase kegiatan produktif, non produktif dan idle serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Dari hasil penelitian didapatkan waktu normal sebesar 5,3 jam sedangkan waktu standar 7,2 jam dan didapatkan 4 rekomendasi peningkatan produktivitas berdasarkan top five kegiatan idle.   Kata Kunci: Work sampling, Waktu standar, Waktu normal,  Productivity improvement
Optimasi Penjadwalan Proyek Menggunakan CPM, Gantt Chart dan Resource Leveling Pada Konstruksi Tangki Minyak dan Gas Christopher Davito Prabandewa Hertadi; Ghina Suhaimah Amin; Vridayani Anggi Leksono
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i2.1415

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penjadwalan proyek konstruksi tangki penyimpanan minyak dan gas melalui pendekatan terintegrasi yang mengkombinasikan Critical Path Method (CPM), Gantt Chart, dan Resource Leveling. Studi ini menggunakan desain explanatory case study pada satu proyek konstruksi yang dilaksanakan oleh PT Bukaka Teknik Utama untuk Pertamina Hulu Sanga-Sanga. Data diperoleh dari dokumen proyek dan wawancara semi terstruktur dengan tim manajemen proyek. Analisis dilakukan melalui identifikasi jalur kritis, visualisasi jadwal, serta redistribusi tenaga kerja pada aktivitas non kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas Radiography Test for Shell Plate Thickness 8 merupakan aktivitas kritis utama yang mempengaruhi durasi proyek. Tanpa optimasi, proyek diproyeksikan mengalami keterlambatan selama 444 hari. Setelah penerapan resource leveling, jadwal proyek dapat dipercepat hingga 455 hari dengan penambahan sumber daya. Temuan ini membuktikan bahwa integrasi metode penjadwalan konvensional mampu meningkatkan kelayakan jadwal dan efisiensi pemanfaatan tenaga kerja secara signifikan.   Kata kunci: Project scheduling, CPM, Gantt chart, Resource leveling, Oil and gas construction.   Abstract   This study aims to optimize project scheduling in an oil and gas storage tank construction project using an integrated approach combining the Critical Path Method (CPM), Gantt Chart, and resource leveling. An explanatory single case study design was applied to a project executed by PT Bukaka Teknik Utama for Pertamina Hulu Sanga-Sanga. Data were collected from project documents and semi structured interviews with project management personnel. The analysis involved critical path identification, schedule visualization, and manpower redistribution across non critical activities. The results indicate that the Radiography Test for Shell Plate Thickness 8 is the main critical activity influencing overall project duration. Without optimization, the project was projected to experience 444 day delay. After applying resource leveling, the project completion date was advanced by 455 days with additional resources. These findings demonstrate that integrating conventional scheduling tools can significantly improve schedule feasibility and workforce efficiency in complex construction projects.   Keywords: Project scheduling, CPM, Gantt chart, Resource leveling, Oil and gas construction.
Optimasi Penjadwalan Proyek Menggunakan CPM, Gantt Chart dan Resource Leveling Pada Konstruksi Tangki Minyak dan Gas Christopher Davito Prabandewa Hertadi; Ghina Suhaimah Amin; Vridayani Anggi Leksono
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i2.1415

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penjadwalan proyek konstruksi tangki penyimpanan minyak dan gas melalui pendekatan terintegrasi yang mengkombinasikan Critical Path Method (CPM), Gantt Chart, dan Resource Leveling. Studi ini menggunakan desain explanatory case study pada satu proyek konstruksi yang dilaksanakan oleh PT Bukaka Teknik Utama untuk Pertamina Hulu Sanga-Sanga. Data diperoleh dari dokumen proyek dan wawancara semi terstruktur dengan tim manajemen proyek. Analisis dilakukan melalui identifikasi jalur kritis, visualisasi jadwal, serta redistribusi tenaga kerja pada aktivitas non kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas Radiography Test for Shell Plate Thickness 8 merupakan aktivitas kritis utama yang mempengaruhi durasi proyek. Tanpa optimasi, proyek diproyeksikan mengalami keterlambatan selama 444 hari. Setelah penerapan resource leveling, jadwal proyek dapat dipercepat hingga 455 hari dengan penambahan sumber daya. Temuan ini membuktikan bahwa integrasi metode penjadwalan konvensional mampu meningkatkan kelayakan jadwal dan efisiensi pemanfaatan tenaga kerja secara signifikan.   Kata kunci: Project scheduling, CPM, Gantt chart, Resource leveling, Oil and gas construction.   Abstract   This study aims to optimize project scheduling in an oil and gas storage tank construction project using an integrated approach combining the Critical Path Method (CPM), Gantt Chart, and resource leveling. An explanatory single case study design was applied to a project executed by PT Bukaka Teknik Utama for Pertamina Hulu Sanga-Sanga. Data were collected from project documents and semi structured interviews with project management personnel. The analysis involved critical path identification, schedule visualization, and manpower redistribution across non critical activities. The results indicate that the Radiography Test for Shell Plate Thickness 8 is the main critical activity influencing overall project duration. Without optimization, the project was projected to experience 444 day delay. After applying resource leveling, the project completion date was advanced by 455 days with additional resources. These findings demonstrate that integrating conventional scheduling tools can significantly improve schedule feasibility and workforce efficiency in complex construction projects.   Keywords: Project scheduling, CPM, Gantt chart, Resource leveling, Oil and gas construction.