Salma Salma
Program Studi PSP Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelauatan Universitas Pattimura Jl. Mr. Chr. Soplanit, Poka Ambon, 97233

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SELEKTIFITAS JARING INSANG DASAR IKAN SAMANDAR (SIGANIDAE SP) DI PERAIRAN TELUK KOTANIA KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Salma Salma; Agustinus Tupamahu; Barbara G. Hutubessy; Ruslan H. S. Tawari
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 2 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i2p93-101

Abstract

Ukuran mata jaring yang digunakan nelayan di Teluk Kotania Kabupaten Seram Bagian Barat untuk menangkap ikan demersal biasanya berkisar antara 1,5 - 4 inch. Nelayan memilih jaring insang karena harganya yang relatif murah, dan mudah dioperasikan. Salah satu jenis ikan yang menjadi tujuan penangkapan dengan jaring insang di Perairan Teluk Kotania Kabupaten Seram Bagian Barat adalah ikan samandar papan (Siganus sp). Ukuran mata jaring yang digunakan berkisar antara 2 inch sampai 3,5 inch. Walaupun upaya penangkapan ini sudah lama dilakukan, informasi tentang selektifitas jaring insang terhadap hasil tangkapan ikan samandar papan masih belum banyak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis selektifitas jaring insang dasar dengan ukuran mata jaring 2,0 inch, 3,0 inch dan 3,5 inch terhadap ukuran ikan samandar papan (Siganidae sp). Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan yakni pada bulan Maret-April 2018. Penelitian ini berlokasi di Teluk Kotania Kabupaten Seram Bagian Barat. Percobaan penangkapan dengan mengikuti operasi penangkapan ikan oleh nelayan di dusun Wael, Negeri Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat. Jaring insang dasar yang digunakan terdiri dari 3 ukuran mata jaring yaitu 2,0 inch, 3,0 inch dan 3,5 inch, di mana masing-masing ukuran mata jaring yang digunakan sebanyak 2 piece. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini Kurva selektivitas diperoleh berdasarkan metode Kitahara (1971), kurva polinomial (Fujimori et al, 1996) dan program Solver pada Microsoft Excel (Tokai and Fujimori, 1999). Hasil penelitian ini adalah selektifitas jaring insang dasar dengan menggunakan ukuran mata jaring 2,0 inch, 3,0 inch dan 3,5 inch terhadap ukuran ikan samandar (Siganidae) dapat disimpulkan bahwa efisiensi penggunaan alat tangkap jaring insang yang efektif untuk menangkap ikan samandar (Siganidae ) adalah jaring insang dengan ukuran mata jaring 3, 0 inch dan 3,5 inch. Hal ini dikarenakan kurva selektifitas ukuran mata jaring 3,0 inch dan 3,5 inch cenderung membentuk kurva normal yang artinya hanya memiliki satu nilai optimum dibandingkan dengan kurva selektifitas ukuran mata jaring 2,0 inch yang cenderung berbentuk kurva bi-modal yang artinya terjadinya fluktuatif yang mengakibatkan adanya peningkatan nilai optimum lebih dari satu.
ANALISIS ALUR PEMASARAN IKAN TUNA MADIDIHANG DI PASAR ARUMBAE KOTA AMBON Ruslan Husen Saban Tawari; Jacobus B. Paillin; Iqno Tikno; Salma Salma; Friesland Tuapetel
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 13 No 1 (2024): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv13i1p55-63

Abstract

Arumbai Market, Ambon, Maluku Province is a central market for fishery sales that has a great opportunity in the transaction of fishery products, both from inside and outside the island of Ambon. One type of fish that is excellent in the marketing of fishery products is Tuna. The purpose of this study is to analyze the feasibility of catching and distributing yellowfin tuna caught in Tuna fish marketed in the Arumbai Ambon market. The data collection method used primary data sources and secondary data sources. Based on the results of the measurement of length and weight of the type of Yellowfin tuna marketed in the Arumbai Ambon market, it is dominated by the length 21 – 98.1 cm Fl and the weight 0.1-15 kg amounting to 545 individuals while in the length 98.2 – 115.2 cm Fl and the weight 15.2-20 kg amounting to 55 individuals, while the percentage of the length of Yellowfin tuna marketed in the Arumbai Ambon market based on the location of its supply shows that the supply of AFP is 7.50% of fish that are worth catching and 36.67% of fish are not worth catching. The percentage of fish supply contribution that is not worth catching to the Arumbai Ambon Market in order is the Latuhalat Village supply of 23.83% is not worth catching 0.50% is worth catching, the Huamual Belakang supply of 26.50% is not worth catching 0.83% is worth catching, and from the Company of 3.83% is not worth catching 0.33% is worth catching.