Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Arsitek dalam Pelestarian Objek di duga Cagar Budaya Wilayah Samarinda Kalimantan Timur Mulyani; Nur Asriatul Kholifah; Anisah Azizah; Amelia Dwi Nur Azizah; Afriza Rizki Antaresti; Nabeela Amalia Putri; Vinie Tamama; Saddam Gumilang Syarif
Jurnal Rekayasa Tropis, Teknologi, dan Inovasi (RETROTEKIN) Vol. 1 No. 2 (2023): RETROTEKIN (Rekayasa Tropis, Teknologi, dan Inovasi)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki beragam budaya dalam setiap daerah, keberagaman ini menciptakan berbagai sejarah serta bentuk atau ciri khas dari sebuah daerah tersebut.  Salah satu daerah yang memiliki berbagai macam cerita terdahulu adalah Samarinda tepatnya berada di Samarinda Seberang dengan terbentuknya atau terbangunnya sebuah bangunan yang memiliki filosofi maupun cerita nya masing-masing. Semakin berkembangnya pembangunan-pembangunan pada wilayah Samarinda membuat bangunan-bangunan terdahulu semakin tidak diperhatikan. Namun, hal ini ditindaklanjuti oleh pemerintah wilayah Samarinda untuk melakukan pelestarian terhadap sejarah yang telah terjadi di masa lampau. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menentukan objek bangunan bersejarah yang di duga belum menjadi cagar budaya, 2) Mengetahui sejarah terbangunnya sebuah bangunan pada wilayah tersebut, 3) Menentukan upaya pelestarian yang akan digunakan pada bangunan. Penelitian ini merupakan pengembangan dalam pelestarian sebuah bangunan bersejarah yang akan mengacu pada pola pikir untuk melakukan upaya-upaya pelestarian bangunan sejarah. Kesimpulan dari perencanaan ini adalah 1) Penentuan Objek bersejarah serta fungsi disesuaikan dengan sejarah terdahulu, 2) Awal mula sejarah bangunan ini diketahui melalui sejarah seseorang melalui salah satu alat transportasi, 3) Bangunan bersejarah membutuhkan beberapa upaya pelestarian yaitu dengan melakukan rekonstruksi yang merupakan upaya dengan memperbaiki kerusakan-kerusakan yang telah terjadi tanpa merubah bentuk asli sebuah bangunan.   Kata Kunci: Sejarah, Bangunan, Cagar Budaya, Pelestarian
Konsep Desain Ruang Belajar di Outdoor Learning Space, Universitas Mulawarman Hani Frisca; Nur Asriatul Kholifah; Utomo, Pandu K.
TRANSFORM: Journal of Tropical Architecture and Sustainable Urban Science Vol. 1 No. 1 (2022): TRANSFORM
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/transform.v1i1.64

Abstract

Universitas Mulawarman merupakan universitas tertua yang ada di Kalimantan Timur. Berbagai fasilitas kampus di Universitas Mulawarman disediakan untuk mendukung mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar selama menempuh pendidikan di Unmul. Fasilitas terbaru yang ada di Unmul yaitu outdoor learning space yang berada di pusat kawasan kampus Unmul. Pemanfaatan ruang terbuka hijau di area kampus ini dapat menjadi ruang publik dan ruang belajar terbuka. Berdasarkan pengamatan di outdoor learning space Unmul, saat ini belum terdapat fasilitas ruang belajar dapat mewadahi kegiatan mahasiswa yang terlindung dari hujan dan panas. Belum tersedianya fasilitas tersebut mengakibatkan penggunaan fungsi dari outdoor learning space ini kurang maksimal. Kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi saat ini sudah banyak mengalami perubahan dan perkembangan. Kebutuhan ruang belajar terbuka dapat menjadi pilihan tempat yang ideal untuk berbaur. Konsep desain ruang belajar di area outdoor learning space Unmul ini bertujuan sebagai wadah belajar yang nyaman, produktif dan edukatif sehingga mahasiswa dapat merelaksasikan diri. Selain itu juga dapat memaksimalkan fungsi dari outdoor learning space yang sudah ada saat ini. Desain dari ruang belajar ini juga memperhatikan beberapa aspek fungsi dan kualitas ruang, serta kepuasan pengguna. Konsep desain ruang belajar ini diharapkan dapat menjadi prototype ruang belajar di ruang terbuka kampus Unmul lainnya, tidak hanya di outdoor learning space saja. Semakin banyak kegiatan mahasiswa di kampus dan kegiatan pembelajaran sudah berlangsung secara luring, maka ruang belajar ini dapat menjadi alternatif fasilitas pendukung bagi mahasiswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.