Yosinta Lande
Sekolah Tinggi Agama Kristen Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Pendidikan Agama Kristen Di Sekolah Soni Laiju Malana; Juliana Loes; Yosinta Lande
Vox Veritatis : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan suatu usaha atau proses untuk menyesuaikan sistem pembelajaran di kelas dengan kebutuhan belajar dan kemampuan setiap murid yang berbeda-beda. Dalam prinsip pembelajaran diferensiasi setiap murid memiliki keunikan dan kemampuannya, serta cara yang berbeda-berbeda dalam memahami suatu ilmu atau materi pelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka yaitu kegiatan untuk mengumpulkan data-data berupa informasi dari buku-buku, jurnal, majalah, dokumen dan literatur lainnya yang bermanfaat untuk menyusun landasan teoritis sebagai tolak ukur dalam menganalisis penelitian lapangan. Model pembelajaran diferensiasi ini bukan suatu model pembelajaran yang baru. Model pembelajaran ini diperlukan suatu kesadaran dan juga kerja keras yang sungguh-sungguh dalam menganalisa data informasi yang didapat dari peserta didik di kelas, kemudian data tersebut digunakan sebagai bahan dalam pengambilan keputusan dalam memberikan pembelajaran kepada peserta didik yang akan disesuaikan dengan kemampuan serta digunakan dalam mengubah sesuatu yang perlu diubah juga memberikan hal-hal yang lebih diperlukan bagi peserta didik masing- masing. Dalam proses pelaksanaan DI (Differentiated Instruction), guru terlebih dahulu melakukan (assessment) awal atau mengadakan (pre-test) dengan tujuan mengetahui sejauh mana kemampuan dari masing-masing masing-masing anak, sehingga guru bisa merencanakan untuk mendesain dan memodifikasi kurikulum berdasarkan tingkat kesiapan anak, interest atau ketertarikan anak, gaya belajar serta pengetahuan yang sudah didapat anak sebelumnya (Prior Knowledge).