Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

A. Solo PENGARUH PEMBERIAN BOKASHI CAIR KOTORAN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) unstar Rote; Antonius Solo
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ILMIAH SAINS DAN TEKNOLOGI (MARET - AGUSTUS 2021)
Publisher : CV. Jamin Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v1i2.22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bokashi cair kotoran sapi melalui daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (vigna radiata L.). Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Data pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam jika terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa, pemberian pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah polong serta berat biji per tanaman.. Pemberian pupuk bokashi pada tanaman kacang hijau memberikan pengaruh yang signifikan terhadap jumlah daun, jumlah polong dan berat biji kacang hijau per tanaman. Perlakuan dosis bokashi cair 120 ml air memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun yang memberikan hasil tertinggi yakni 37,7 helai daun. Perlakuan dosis bokashi cair 120 ml air memberikan pengaruh sangat nyata terhadap jumlah polong dan berat biji per tanaman. Dengan demikian diketahui bahwa perlakuan dosis pupuk bokashi yang tepat untuk pemupukan kacang hijau adalah dengan 120 ml air
PENGARUH PENAMBAHAN RAGI ROTI DAN WAKTU FERMENTASI TERHADAP KARAKTERISTIK CUKA DARI NIRA LONTAR (Borassus flabellifer Linn) Antonius Solo; G.P. Ganda Putra; I Putu Suparthana
Media Ilmiah Teknologi Pangan (Scientific Journal of Food Technology) Vol 6 No 1 (2019): Scientific Journal of Food Technology (March)
Publisher : Master Program of Food Science and Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia's natural resources are rich in biodiversity which is a very prospective potential to bedeveloped. One of them is palm tree. The main result of palm tree was sap. Palm sap can be processedinto sugar or vinegar. This study aims to know the effect of addition of bread yeast and fermentationtime on the characteristics of vinegar, determine the best treatment of adding bread yeast and fermentation time to produce vinegar from sap palm (Borassus flabellifer Linn), and to know the stabilityof vinegar products for storage temperature. The experimental design used was factorial CompletelyRandomized Design with 2 factors, namely the addition of bread yeast (0%, 1%, 2%, 3%, 4% and 5%)and fermentation time (0, 10, 15, 20, 25 and 30 days). The data obtained were analyzed by ANOVA andif the treatment had a significant effect it was followed by the Duncan test. The results showed that (1)the treatment of adding bread yeast had an effect on acetate levels, alcohol content, total soluble solidsand pH; but does not affect total sugar; fermentation time affects the level of acetic acid, total sugar,alcohol content, total soluble solids and pH; while the interaction between treatments has an effect ontotal soluble solids and pH, but does not affect acetic acid levels, total sugar and alcohol content onvinegar from fermented of palm sap, (2) treatment of addition of 5% bread yeast with 30 daysfermentation time was the best treatment for producing vinegar, with characteristics of acetic acid levelof 2.72% v / v, total sugar 0.03%, alcohol content 0.68% and total soluble solids 2.60 °Brix; (3) thestability of vinegar products produced at various storage temperatures an affects the levels of aceticacid and total soluble solids.
A. Solo PENGARUH PEMBERIAN BOKASHI CAIR KOTORAN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) unstar Rote; Antonius Solo
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ILMIAH SAINS DAN TEKNOLOGI (MARET - AGUSTUS 2021)
Publisher : CV. Jamin Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v1i2.22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bokashi cair kotoran sapi melalui daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (vigna radiata L.). Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Data pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam jika terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa, pemberian pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah polong serta berat biji per tanaman.. Pemberian pupuk bokashi pada tanaman kacang hijau memberikan pengaruh yang signifikan terhadap jumlah daun, jumlah polong dan berat biji kacang hijau per tanaman. Perlakuan dosis bokashi cair 120 ml air memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun yang memberikan hasil tertinggi yakni 37,7 helai daun. Perlakuan dosis bokashi cair 120 ml air memberikan pengaruh sangat nyata terhadap jumlah polong dan berat biji per tanaman. Dengan demikian diketahui bahwa perlakuan dosis pupuk bokashi yang tepat untuk pemupukan kacang hijau adalah dengan 120 ml air
Pengaruh Perbedaan Dosis Pupuk Bokasi Terhadap Pertumbuhan Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Antonius Solo; Yohanis Thonak; Juliana Tungga
Journal Science of Biodiversity Vol 3 No 1: April 2022
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol3i1pp7-13

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) adalah komoditi yang potensial di Indonesia selain kedelai. Kacang tanah ini dapat diolah menjadi bahan baku industri makanan dan memiliki sumber protein nabati yang dapat di konsumsi secara langsung. Permintaan kacang tanah terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk sehingga membutukan ketersediaan yang cukup baik. Pupuk adalah setiap bahan yang mengandung unsur hara yang diberikan pada tanah, berbentuk padat atau cair yang dapat memperbaiki kondisi tanah dan menyediakan hara yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pupuk bokasi adalah salah satu jenis pupuk berbahan organik yang dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan mempertahankan fungsi mikroorganisme di dalam tanah sehingga dapat menambah ketersediaan hara serta efektivitas pemupukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan dosis pupuk bokasi terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Penelitian ini bertempat di kebun percobaan Universitas Nusa Lontar, Kabupaten Rote Ndao. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial. Pola faktorial yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan sehingga di peroleh 12 unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian dosis pupuk bokasi pada berbagai taraf dapat memberikan pengaruh yang nyata dalam meningkatkan rerata tinggi tanaman dan jumlah cabang. Dalam hal ini pengaruh terhadap pertumbuhan (tinggi tanaman kacang tanah yakni terlihat pada perlakuan B3 (kombinasi pemberian dosis pupuk bokasi 6 gram/tanaman yaitu 34 cm dan jumlah cabang tertinggi yaitu 8,66 cabang.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT Solo, Antonius
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 3 No 1 (2024): JURNAL ILMIAH SAINS DAN TEKNOLOGI (MARET - AGUSTUS 2024)
Publisher : CV. Jamin Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v3i1.44

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan tanaman sayuran buah yang sangat digemari dan mempunyai nilai gizi yang sangat tinggi, menyebar di Amerika Selatan dan beberapa Negara di Eropa, Afrika, dan Asia.Dalam pembudidayaannya, petani bayak menggunakan jenis pupuk yang berbeda, di antaranya adalah pupuk kompos. Kompos merupakan salah satu pupuk organik yang berbentuk padat hasil fermentasi bahan organik dengan bantuan efektif mikroorganisme dan dapat digunakan sebagai pupuk organik, karena menambah unsur hara bagi tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan yang tepat pupuk kompos terhadap produksi tanaman tomat.Penelitian ini dilakukan dikebun Bapak Semuel Talli di Desa Holulai,Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – April 2018. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor perlakuan yaitu penggunaan kompos sebagai pengaruhnya. Adapun perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 12 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian dosis pupuk kompos pada berbagai taraf memberikan pengaruh yang nyata dalam meningkatkan rerata tinggi tanaman dan jumlah buah. Dalam hal ini pengaruh terhadap pertumbuhan (tinggi tanaman tomat yakni terlihat pada perlakuan dosis pupuk 3 kg/petak yaitu 143,25 cm dan jumlah buah rataan 4 buah.
A. Solo PENGARUH PERBEDAAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI PUTIH (Brassica juncea L.) Rote, unstar
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 1 (2021): JURNAL ILMIAH SAINS DAN TEKNOLOGI (SEPTEMBER - FEBRUARI 2021
Publisher : CV. Jamin Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v1i1.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil sawi putih. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 3 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga terdapat 12 petak percobaan. Perlakuan yang diujicobakan terdiri atas tiga taraf yaitu J1: jarak tanam 15x15 cm, J2: jarak tanam 20x20 cm, J3: jarak tanam 25x25 cm. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) sesuai dengan model rancangan yang digunakan, bila pengaruh nyata maka di lanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil analisis menunjukan perlakuan jarak tanam tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman. Tinggi sawi tertinggi terdapat pada perlakuan J3 yakni 25 cm, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan J1 dan J2. Tinggi sawi terendah dicapai pada perlakuan J1 yakni 23,5 cm. Jumlah daun tanaman sawi terbanyak terdapat pada perlakuan J3 yakni 5,25 helai, yang berbeda nyata dengan perlakuan J1, namaun tidak berbeda nyata dengan perlakuan J2. Perlakuan Jarak tanam berpengaruh nyata terhadap berat segar sawi. Berat segar sawi terbanyak terdapat pada perlakuan J3 yakni 25,25 g pada perlakuan 25x25 cm, yang berbeda nyata dengan perlakuan J1, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan J2. Hasil uji sidik ragam menunjukan bahwa perlakuan jarak tanam pada sawi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah daun dan berpengaruh sangat nyata terhadap berat segar sawi. Semakin rapatnya tanaman menjadi faktor yang membatasi pertumbuhan, sehingga laju tumbuhnya pun semakin kecil. Perlakuan jarak tanam terhadap sawi memberikan hasil yang signifikan terhadap jumlah daun dan berat segar sawi.
PENGARUH PEMBERIAN MULSA ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum Frusteses L.) Solo, Antonius; Thonak, Yohanis
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 1 (2025): JURNAL ILMIAH SAINS DAN TEKNOLOGI EDISI 1 TAHUN 2025
Publisher : CV. Jamin Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh pemberian mulsa organik dan anorganik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman cabai rawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mulsa organik dan anorganik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Persiapan Lelain, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini menggunakan metode percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor yaitu: perlakuan Tanpa Mulsa (P0), Mulsa Plastik Hitam Perak (P1), Mulsa Jerami padi (P3). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan perlakuan mulsa berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman cabai rawit pada umur 4 dan 8 minggu setelah tanam. Perlakuan jenis mulsa berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman cabai rawit meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 4 dan 8 minggu setelah tanam. Mulsa plastik dan mulsa jerami memberikan respon yang baik dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman cabai rawit, karena kedua jenis mulsa ini tidak menujukan perbedaan yang nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun, namun keduanya berbeda nyata dengan tanpa menggunakan mulsa. Penggunaan mulsa jerami menjadi rekomendasi dalam budidaya tanaman cabai rawit karena secara ekonomis lebih murah dan mudah didapatkan.
Pengaruh PENGARUH PEMBERIAN PUPUK BOKASHI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA L.) Solo, Antonius
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 2 (2025): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI EDISI 2 TAHUN 2025
Publisher : CV. Jamin Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v1i2.63

Abstract

Pupuk bokashi merupakan salah satu alternatif dalam penerapan teknologi pertanian organik yang berwawasan lingkungan. Bokashi merupakan salah satu alternatif dalam penerapan teknologi pertanian organik yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, yang akan diteliti dalam pengamatan ini adalah dosis dan waktu pemberian pupuk bokashi yang dapat menyebabkan pertumbuhan sawi (Brassica Juncea L.) paling optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk bokashi dengan dosis dan waktu pemberian yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L) dan untuk mengetahui pengaruh interaksi dosis dan waktu pemberian pupuk bokashi yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri atas dua faktor yaitu faktor pertama bokashi dengan dosis (D) 1 ton/ha, 2 ton/ha, 3 ton/ha, 4 ton/ha dan kontrol. Faktor kedua yaitu waktu pemberian bokashi (F) pemberian dilakukan pada 10 hari sebelum tanam, 5 hari sebelum tanam, dan pada saat tanam. Penelitian ini dilakukan dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk bokashi berpengaruh efektif terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L), dosis yang menunjukkan pengaruh efektif adalah 2 ton/ha, waktu pemberian yang menunjukkan pengaruh yang efektif adalah 5 hari sebelum tanam dan interaksi yang memberikan pengaruh efektif terhadap pertumbuhan adalah 2 ton/ha dengan waktu pemberian pupuk 5 hari sebelum tanam.