Peran teknologi informasi menjadi penting bagi kelangsungan hidup suatu organisasi, termasuk diantaranya bagi organisasi pendidikan tinggi. Pengelolaan teknologi informasi pada organisasi hendaknya memandang informasi sebagai suatu aset penting organisasi yang selalu harus dijaga kualitasnya, sehingga informasi yang mengalir dalam organisasi sesuai dengan yang diharapkan oleh pengguna informasi tersebut. Tata kelola teknologi informasi pada proses pengelolaan data yang kurang baik akan menimbulkan beberapa permasalahan. Universitas Palangka Raya (UNPAR) adalah kampus terbesar di Kalimantan Tengah yang modern, komprehensif, terbuka, multi budaya, dan humanis yang mencakup disiplin ilmu yang luas memerlukan suatu tata kelola teknologi informasi pada proses pengelolaan data dalam kegiatan operasionalnya. Analisa kesenjangan dilakukan dengan cara pengumpulan data dan informai melalui tinjauan pustaka, wawancara dan penyebaran koesioner mengenai tata kelola teknologi informasi pada pengelolaan data di Universitas Palangka Raya. Hasil penelitian memperoleh hasil bahwa proses pengelolaan data secara umum masih memiliki kelemahan kontrol tata dan pada proses pengelolaan data secara umum masih cukup rendah. Hal ini ditunjukan dengan atribut tingkat kematangan yang sebagian besar ada pada kematangan level 1 (initial/ad hoc) dan level 2 (repeatable but intuitive). Untuk dapat mencapai kondisi yang diharapkan, perbaikan tata kelola teknologi informasi harus dilakukan secara bertahap. Perbaikan difokuskan pada atribut yang mempunyai tingkat kematangan terendah. Setelah tercapai keseimbangan tingkat kematangan atribut, perbaikan dilakukan untuk mencapai tingkat kematangan berikutnya hingga mencapai kematangan yang diinginkan.