Muhammad Gozali Yahya
Politeknik Statistika STIS

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Socio-Economic Factors Influencing Sugar-Sweetened Beverages (SSB’s) Consumption in Household of DKI Jakarta Province in 2020 Muhammad Gozali Yahya; Arya Candra Kusuma; Norvan Bagus Ramadhan
Proceedings of The International Conference on Data Science and Official Statistics Vol. 2023 No. 1 (2023): Proceedings of 2023 International Conference on Data Science and Official St
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34123/icdsos.v2023i1.300

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) are responsible for causing 41 million deaths annually, constituting approximately 74% of all global fatalities. One of the key factors contributing to the elevated risk of NCD’s is the excessive consumption of sugary beverages, which encompass a variety of liquid products containing added sugars. This research endeavor seeks to identify the socioeconomic factors that perform in shaping the consumption patterns of sugary beverages within households residing in Province of DKI Jakarta. This study using data from the 2020 Susenas survey, contain a total of 5,456 sampled households. Binary logistic regression is used for modelling whether households had consumed sugary beverages during the preceding week or not. Variables such as marital status, gender, age, educational attainment, employment status of the household head, as well as internet accessibility, economic status, internet usage motives, and household size, were found to influence the likelihood of consuming sugar-sweetened beverages (SSBs) in DKI Jakarta Province. Based on these findings, it is recommended to enhance the use of the internet for promoting healthy lifestyles.
Determinan Pekerja Anak Penerima Program Keluarga Harapan di Indonesia: Analisis Data Susenas Maret Tahun 2022 Setiawan Ariansyah; Intan Putri Utami; Muhammad Gozali Yahya
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55480/saluscultura.v4i1.216

Abstract

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program unggulan pemerintah Indonesia untuk memastikan pendidikan keluarga kurang mampu. Akan tetapi, banyak penerima PKH, khususnya anak-anak, yang terpaksa untuk tetap menjadi pekerja walaupun sudah diberikan insentif untuk bersekolah. Keputusan seorang anak untuk menjadi pekerja anak dipengaruhi oleh karakteristik anak dan rumah tangganya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi seorang anak untuk menjadi pekerja anak di Indonesia. Metode yang digunakan adalah regresi logistik biner dan menggunakan data Susenas 2022. Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan anak, sektor pekerjaan utama kepala rumah tangga, dan wilayah tempat tinggal berpengaruh terhadap munculnya pekerja anak. Berdasarkan hasil penelitian ini, pemerintah direkomendasikan untuk memantau dan mengawasi bantuan PKH yang diberikan kepada masyarakat agar anak-anak penerima PKH dapat fokus bersekolah. Selain itu, pemerintah harus menggalakkan sosialisasi wajib belajar 12 tahun kepada masyarakat yang bekerja di sektor nonpertanian dan di wilayah perkotaan.