Romi Adetio Setiawan
Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Sistem Paroan(Bagi Hasil) Pada Perkebunan Karet Dalam Perspektif Ekonomi Islam Sri Ayudia Permata; Romi Adetio Setiawan; Esti Alfiah
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 4 No. 6 (2023): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v4i6.3699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi sistem paroan (bagi hasil) perkebunan karet dalam perspektif islam di Desa Bunga Mas dan untuk mengetahui dampak adanya implementasi sistem paroan (bagi hasil) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Bunga Mas. Jenis penelitian ini yaitu penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data yang dikumpulkan dan diperoleh melalui obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi sistem paroan (bagi hasil) di desa Bunga Mas Kabupaten Lahat adalah aplikasi dari praktek musaqah. sistem akad perjanjian berdasarkan kebiasaan atau adat istiadat masyarakat setempat yang tradisional dengan azaz saling percaya dan kekeluargaan untuk saling tolong menolong satu sama lain, melakukan akad perjanjian dilakukan secara lisan. Mengenai biaya berupa yang berhubungan dengan proses penggarapan dan pemeliharan ditanggung oleh pihak penggarap dengan persentase pembagian sama rata di mana baik pihak penggarap maupun pemilik lahan mendapatkan uang setengah dari hasil penjualan getah karet tersebut. Dengan adanya sistem paroan pada perkebunan karet di Desa Bunga Mas Kabupaten Lahat memberikan dampak yang sangat positif dalam meningkatkan kejahteraan masyarakat, karena dengan melakukan kerjasama paroan (bagi hasil) ini bisa mengangkat perekonomian kedua belah pihak baik itu pemilik lahan maupun petani penggarap. Hal ini dapat dilihat dengan terpenuhinya taraf hidup masyarakat dalam kaitannya dengan standar kehidupan masyarakat. Kesejahteraan adalah keadaan dimana tercukupinya kebutuhan dasar yang dilihat dari kondisi rumah yang layak, tercukupinya kebutuhan sandang maupun pangan, pendidikan yang layak dan fasilitas kesehatan yang berkualitas.
IMPLEMENTASI KONSEP EKONOMI HIJAU PADA DESTINASI WISATA PANTAI PANJANG DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Della Nabilla Cahayati; Romi Adetio Setiawan; Ramat Putra Ahmad Hasibuan
Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia (JESI) Vol. 5 No. 1 (2026): Maret
Publisher : STEI Al-Amar Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jesi.v5i1.441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi konsep ekonomi hijau pada destinasi Wisata Pantai Panjang Kota Bengkulu, mengkaji kesesuaiannya dengan prinsip ekonomi Islam, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang penerapannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, pelaku UMKM, dan wisatawan, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ekonomi hijau di Wisata Pantai Panjang telah dilakukan melalui pengelolaan sampah, pelestarian lingkungan pesisir, efisiensi penggunaan sumber daya, pemberdayaan UMKM, serta pengawasan kawasan wisata. Namun, penerapannya belum optimal karena masih terdapat penggunaan plastik sekali pakai, rendahnya kesadaran sebagian wisatawan, keterbatasan sarana pendukung, dan lemahnya pengawasan. Dalam perspektif ekonomi Islam, implementasi tersebut telah mencerminkan prinsip tauhid, khilafah, maslahah, adl, dan tawazun melalui berbagai upaya pengelolaan lingkungan yang berorientasi pada tanggung jawab, kemanfaatan, keadilan, dan keseimbangan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM, masyarakat, dan wisatawan agar penerapan ekonomi hijau dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.