Mochammad Facta
Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Contactor Safety Management System (CSMS) pada Proses Pengadaan Barang Jasa di PT PLN (Persero) Yuli Hari Purwanto; Mochammad facta
TRANSISTOR Elektro dan Informatika Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ei.5.1.%p

Abstract

Implementasi Contrac Safety Management System (CSMS) ini merupakan bentuk komitmen PT PLN (Persero) untuk melakukan pembinaan terhadap Mitra Kerja (Kontraktor) untuk dapat memenuhi Aspek Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan dan Lingkungan. Implementasi CSMS secara umum menjadi tugas dan tanggung jawab Divisi K3L pada PT PLN (Persero) Kantor Pusat. Tujuan implementasi CSMS ini adalah : 1) Untuk memastikan kontraktor yang bekerja di lingkungan perusahaan telah memenuhi standard dan kriteria K3L yang ditetapkan perusahaan, 2) Sebagai tool untuk menjaga dan meningkatkan performa kinerja perusahaan, 3) Mengoptimalkan pengendalian resiko terjadinya kecelakaan kerja. Cakupan wilayah kerjanya adalah seluruh Unit PLN di Indonesia termasuk Anak Perusahaan, dimana implementasi CSMS  akan dilaksanakan dengan 6 tahapan kegiatan pokok yang dimulai dari tahapan pertama yaitu Penilaian Risiko (Risk Assessment), kedua Pra Kualifikasi (Pre Qualification), ketiga Proses Pengadaan Barang/Jasa (Selection), keempat Kegiatan Pra Pelaksanaan Pekerjaan (Pre Job Activity), kelima Pekerjaan Sedang Berlangsung (Work in Progress) serta keenam Evaluasi Akhir Penyelesaian Pekerjaan (Final Evaluation). Dalam implemetasi CSMS  implementasinya dilakukan berdasarkan mekanisme yang diatur di dalam RASCI. Untuk penentuan sertifikat CSMS Kontraktor dilaksanakan berdasarkan tahapan kedua yaitu  Pra Kualifikasi ( Pre Qualification ), pada tahapan ini  metode penilaiannya menggunakan cara pembobotan, belum mepersyaratkan kelengkapan dokumen yang bersifat mandatory (wajib) sehingga untuk beberapa tahapan implentasi masih diperlukan penyempurnaan agar kedepan iplementasi CSMS ini dapat memberikan dampak yang masikmal untuk perusahaan. Dengan implementasi CSMS ini diharapkan semua kontraktor dapat memberikan komitmen yang tinggi terhadap pengendalian K3L di setiap peleksanaan pekerjaan dilingkungan PT PLN (Persero). Berdasarkan hasil analisis terdapat beberapa persyaratan dokumen penting yang harus disyaratkan secara mandatory (wajib) kepada kontraktor sehingga celah terhadap potensi kontraktor yang tidak patuh/komitmen dalam pemenuhan beberapa persyaratan yang telah ditentukan dalam tahapan Pra Kualifikasi (Pre Qualification) dapat terpenuhi. Jika kondisi ini tidak dilakukan maka akan  menimbulkan hal yang kontra produktif dalam implementasi CSMS tersebut. Hal ini bisa saja terjadi karena dalam persyaratan pemenuhan sertifikat CSMS pada saat tahapann Prakualifikasi (Pre Qualification) hanya mengacu pada pemcapaian skor/nilai bukan  bersifat mandatory (wajib). Untuk mengatisipasi hal tersebut maka pada tahapan ketiga yaitu pada proses Pengadaan Barang/Jasa (Selection) perlu direkomendasikan beberapa dokumen penting menjadi persyaratan yang bersifat mandatory, hal ini dapat dilaksanakan dengan cara berkoordinasi dan singkronisasi yang efektif antara biro K3L dan biro Pengadaan Barang/Jasa.
Analisis Akurasi kWh Meter 3 Kawat Dan Empat Kawat Untuk Beban Linier Dan Non Linier Fadjar Kurniadi; Basyid Fery Setiawan; Mochammad Facta
TRANSISTOR Elektro dan Informatika Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ei.5.1.%p

Abstract

Pada saat ini beban di pelanggan semakin beragam sejalan dengan dengan perkembangan peralatan yang memakai elektronika daya dan penyearah. Akibat hal tersesebut, berakibat terjadi beban linier dan non linier pada jaringan instalasi jaringan tenaga listrik dan menimbulkan harmonisa. Alat ukur energi yang terpasang di pelanggan juga bervariasi. Pada pelanggan 3 phasa pengukuran tidak langsug dilakukan dengan pengawatan 4 kawat dan 3 kawat. Analisis unjuk kerja kWh Meter ini untuk melihat seberapa besar akurasi error kWh yang disebabkan oleh kedua jenis beban tersebut pada kedua jenis sistem pengawatan.Hasil analisis tersebut dapat mengetahui dan mengantisipasi potensi kerugian yang timbul akibat error pembacaan kWh meter 3 dari kedua jenis sistem pengawatan.